Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menggelar kegiatan Capacity Building Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) 2026 di Aula Bank Kalbar Sukadana untuk memperkuat penerapan sistem keuangan digital.
- Sekda Kayong Utara Erwin Sudrajat menegaskan digitalisasi transaksi daerah menjadi kebutuhan guna menciptakan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan efisien.
- Pemkab juga mendorong penggunaan CMS, KKPD, dan QRIS untuk meminimalkan kebocoran anggaran.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara terus mempercepat penerapan sistem keuangan berbasis digital melalui penguatan kapasitas aparatur pengelola keuangan daerah.
Upaya tersebut dilakukan lewat kegiatan Capacity Building Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Tahun 2026 di Aula Bank Kalbar cabang Sukadana,Kayong Utara, Rabu 13 Mei 2026.
Kegiatan tersebut bertema "Optimalisasi Peran Bendahara dalam Penguatan Ekosistem Transaksi Digital Pemerintah Daerah" yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat.
Dalam sambutannya, Erwin menekankan pentingnya peran bendahara dalam mendukung keberhasilan transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah.
"Bendahara adalah mesin penggerak dalam transformasi digital pemerintah daerah. Keberhasilan digitalisasi keuangan sangat bergantung pada kompetensi, integritas, dan kemampuan adaptasi para bendahara terhadap perkembangan teknologi," ujarnya.
• Pemkab Kayong Utara Dukung Penuh AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 di Pontianak
Ia menegaskan bahwa elektronifikasi transaksi pemerintah daerah saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif.
"Elektronifikasi transaksi pemerintah daerah bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan efisien," tegasnya.
Menurutnya, penerapan ETPD menjadi langkah strategis dalam mendorong sistem keuangan daerah yang lebih aman dan modern, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran pada sektor pendapatan maupun belanja daerah.
"Melalui ETPD, kita mendorong sistem keuangan daerah yang lebih modern, aman, serta mampu meminimalkan potensi kebocoran pendapatan dan belanja daerah," jelasnya.
Ia menjelaskan, percepatan elektronifikasi terus dilakukan baik pada sektor penerimaan daerah seperti pajak dan retribusi maupun sistem pembayaran belanja daerah.
Pemanfaatan berbagai instrumen digital seperti Cash Management System (CMS), Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), dan QRIS dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola keuangan yang efektif dan transparan.
"Tantangan kita ke depan bukan lagi soal bisa atau tidak bisa, tetapi seberapa cepat kita mampu beradaptasi. Teknologi digital harus menjadi mitra kerja untuk mempermudah penatausahaan keuangan dan meminimalkan risiko kesalahan administrasi maupun risiko hukum," katanya.
Pada kesempatan itu, Erwin turut mengapresiasi dukungan Bank Kalbar dan Bank Indonesia yang terus bersinergi membangun ekosistem digital di Kayong Utara.
"Saya mengapresiasi dukungan Bank Kalbar dan Bank Indonesia yang terus bersinergi membangun infrastruktur dan ekosistem digital di daerah ini. Sinergi ini harus terus kita jaga agar Kayong Utara tidak tertinggal dari daerah lain dalam capaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah," pungkasnya.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!