PGRI Mempawah Gandeng Densus 88 Sosialisasikan PP Tunas, Kepsek Diminta Waspadai Ancaman Digital

Menurutnya, guru dan kepala sekolah perlu memahami ciri-ciri awal paparan ekstremisme, radikalisme, konten negatif hingga pelanggaran

Tayang:
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ramadhan
FOTO BERSAMA - PGRI Kabupaten Mempawah menggelar Sosialisasi Implementasi PP Tunas dan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 di Aula Gedung PGRI Kabupaten Mempawah, Senin 11 Mei 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua PGRI Kabupaten Mempawah, Marno mengatakan, sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam menyamakan persepsi antara pemangku kebijakan daerah dan pihak sekolah terkait implementasi regulasi digital terbaru.
  • Selain itu, kata Marno, para tenaga pendidik juga dibekali pengetahuan psikologis dalam menangani dampak negatif teknologi informasi yang berkembang saat ini.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - PGRI Kabupaten Mempawah menggelar Sosialisasi Implementasi PP Tunas dan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 di Aula Gedung PGRI Kabupaten Mempawah, Senin, 11 Mei 2026.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 kepala sekolah se-Kabupaten Mempawah dengan tujuan membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan aman di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Ketua PGRI Kabupaten Mempawah, Marno mengatakan, sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam menyamakan persepsi antara pemangku kebijakan daerah dan pihak sekolah terkait implementasi regulasi digital terbaru.

"Melalui kegiatan ini kita ingin menyamakan persepsi mengenai implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 serta pembaruan tata tertib sekolah terkait perlindungan anak berbasis digital," ujarnya.

Selain itu, kata Marno, para tenaga pendidik juga dibekali pengetahuan psikologis dalam menangani dampak negatif teknologi informasi yang berkembang saat ini.

Dinsos Mempawah dan Polisi Amankan Pria Diduga ODGJ di Simpang Lampu Merah

Menurutnya, guru dan kepala sekolah perlu memahami ciri-ciri awal paparan ekstremisme, radikalisme, konten negatif hingga pelanggaran siber pada siswa.

"Kita juga memperkuat sinergitas antara PGRI, Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo dan aparat penegak hukum guna mendukung kepala sekolah dan tenaga pendidik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman dalam literasi digital," katanya.

Marno berharap seluruh kepala sekolah yang hadir dapat menyampaikan kembali materi yang diperoleh kepada guru dan tenaga pendidik di sekolah masing-masing.

"Kepada hadirin yang hadir pada hari ini, insyaallah kurang lebih 100 orang yang notabene kepala sekolah, saya harap dapat mentransfer ilmunya kepada bawahannya di sekolah agar dapat direalisasikan," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Erlina melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kabupaten Mempawah, Agit Sugiarto menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

"Pemerintah Kabupaten Mempawah berharap sosialisasi itu dapat memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan, khususnya dalam menghadapi dampak negatif media digital," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Dikporapar Kabupaten Mempawah, El Zuratnam mengatakan pihaknya saat ini tengah menyiapkan instrumen yang mengacu pada PP Tunas dan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026.

"Sekolah tidak boleh lagi hanya terjebak dalam peran tradisional melainkan harus bertransformasi menjadi support system yang proaktif," ujarnya.

Ia menyebut, modernisasi tata tertib sekolah akan segera dilakukan pada seluruh jenjang SD dan SMP baik negeri maupun swasta dengan mengintegrasikan protokol perlindungan digital yang lebih adaptif.

"Kami ingin membekali para guru dengan kemampuan deteksi dini perilaku anomali akibat adiksi maupun paparan konten ekstrem," katanya.

Sementara itu, Satgas Wilayah Kalbar Densus 88 AT Polri mengungkapkan bahwa penyebaran paham ekstremisme kini mulai memanfaatkan media sosial dan game online sebagai sarana mempengaruhi generasi muda.

Menurut penuturan Satgas Wilayah Kalbar Densus 88 AT Polri, data menunjukkan adanya pergeseran pola yang sangat dinamis dimana sel-sel ekstremisme kini mulai mengeksploitasi kerentanan psikologis generasi muda melalui game online dan algoritma media sosial.

Densus 88 menegaskan pihaknya siap mendampingi pemerintah daerah dan sekolah dalam memperkuat imunitas digital siswa melalui literasi keamanan digital dan sistem deteksi dini.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan deklarasi bersama oleh para tenaga pendidik sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat dan bebas dari pengaruh negatif digital. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved