Breaking News

Pemuda Sambas Akhiri Hidup

Dokter Dini Arry Psikiater RSUD Sambas Ungkap Fenomena “Copycat Suicide” di Balik Kasus Beruntun

Dia mengatakan bahwa faktor penyebab bunuh diri dapat terjadi karena masalah psikologis termasuk disebabkan permasalahan cinta.

Tayang:
Penulis: Imam Maksum | Editor: Syahroni
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
FOTO - Dokter spesialis kedokteran jiwa, Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas dr. Dini Arry K, SpKJ. 

Ringkasan Berita:
  1. Psikiater RSUD Sambas dr. Dini Arry K, SpKJ menegaskan bahwa kasus bunuh diri umumnya dipicu oleh gangguan mental dan faktor biopsikososial, seperti masalah asmara, perundungan, tekanan akademik, hingga kurangnya dukungan sosial, serta bisa terjadi efek “copycat suicide” ketika kasus muncul berdekatan.
  2. Pencegahan bunuh diri harus melibatkan semua pihak dengan pendekatan edukatif dan empatik, termasuk pemberitaan yang bertanggung jawab serta dorongan untuk mencari bantuan profesional.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dokter spesialis kedokteran jiwa atau Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas dr. Dini Arry K, SpKJ menyoroti fenomena dua kasus dugaan bunuh diri yang terjadi di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Senin 4 Mei 2026.

Dokter Dini Arry K, SpKJ mengatakan, di Asia angka bunuh diri pada golongan remaja dan dewasa muda semakin meningkat dan menduduki peringkat kedua penyebab kematian terbanyak setelah cedera.

Menurut dia, fenomena bunuh diri yang berdekatan waktunya mungkin merupakan efek werther/copycat suicide atau kejadian bunuh diri yang terjadi setelah tertular/terpapar kejadian bunuh lainnya.

Baca juga: Kronologi dan Identitas Remaja 19 Tahun Nekat Akhiri Hidup Gara-gara Cinta di Sambas

"Kematian akibat bunuh diri merupakan akibat dari adanya gangguan mental. Secara umum teori tentang terjadinya gangguan ini adalah karena adanya interaksi dari beberapa faktor pencetusya, yaitu faktor biopsikososial dan spiritual," kata dr. Dini Arry, Senin 4 Mei 2026.

Dia mengatakan bahwa faktor penyebab bunuh diri dapat terjadi karena masalah psikologis termasuk disebabkan permasalahan cinta dan faktor sosial.

Bukan hanya itu aksi tersebut juga dapat dipicu karena dampak perundungan, pelecehan hingga permasalahan akademik.

"Salah satunya karena masalah psikologis berupa permasalahan cinta, dan faktor sosial karena terhambatnya dukungan dari figur yang dicintai. Namun bukan hanya masalah asmara saja yang bisa mencetuskan bunuh diri. Permasalahan yg memicu bunuh diri pada remaja dan dewasa muda bisa berupa perundungan, pelecehan, masalah akademik, juga permasalahan dengan orang tua dan atau teman sebaya," katanya.

Dia menjelaskan, sebagian besar kasus bunuh diri adalah akibat gangguan mental, yaitu akibat depresi, gangguan afektif bipolar, skizofrenia dan gangguan kepribadian.

Baca juga: Wanita Muda Pengedar Narkoba Ditangkap di Sambas, Ini Kronologi Lengkapnya

Lebih lanjut, dia mengatakan, upaya pencegahan bunuh diri yang efektif harus melibatkan banyak pihak, banyak profesi dan setiap komponen masyarakat. 

Salah satu upaya pencegahan copycat suicide adalah dengan melakukan pemberitaan di media sosial/media informasi tentang kejadian bunuh diri ini secara bertanggung jawab. 

"Jadi bagi siapa saja yang ingin membagikan berita kejadian ini, hendaknya memberitakan dengan sewajarnya, memberikan trigger warning/peringatan ketidaknyamanan, tidak dramatis, tidak fenomenal, tidak mencolok, tidak menonjol, tetap memasukkan unsur edukasi tentang pencegahan bunuh diri," katanya.

Dia juga menambahkan, dalam menerima dan merespon pemberitaan terkait kasus bunuh diri perlu memperhatikan komentar yang mendukung penderita maupun keluarga yang ditinggalkan.

"Jika berkomentar hendaknya dengan komentar yang mendukung penderita dan keluarga yang ditinggalkan, tidak menghakimi dengan kata lemah iman, lemah pertimbangan masuk neraka, atau kata-kata positif yang toksik/toxsic positivity," ucapnya.

"Masalah dia mungkin ringan bagi Anda, tapi berat baginya. Dan kita tidak benar-benar tahu beban hidup seseorang, karena tidak semua orang bisa nyaman menceritakannya," sambungnya.

Dia menilai, bahwa bunuh diri bisa dicegah dengan kerjasama semua pihak dan gangguan mental bisa disembuhkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved