Pemuda Sambas Akhiri Hidup
Sambas Geger! 2 Kasus Bunuh Diri Terjadi di Selakau dan Pemangkat
Dia mengatakan, pemerintah daerah dan instansi terkait mesti memperkuat sinergi untuk melindungi masyarakat.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Syahroni
Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi menyoroti meningkatnya kasus dugaan bunuh diri di wilayah Selakau dan Pemangkat, serta mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial dan psikologis di lingkungan sekitar.
- Pemerintah dan masyarakat diminta bersinergi memperkuat nilai agama, kebersamaan, serta memberikan pendampingan kepada generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif seperti narkotika, judi, dan perilaku menyimpang lainnya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS -- Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi menyoroti kasus dugaan bunuh diri yang terjadi marak dalam waktu berdekatan.
Wabup Heroaldi prihatin karena kasus itu terjadi di Selakau dan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Senin 4 Mei 2026.
Wabup Heroaldi mengimbau masyarakat untuk memperkuat kesahajaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Kronologi dan Identitas Remaja 19 Tahun Nekat Akhiri Hidup Gara-gara Cinta di Sambas
Menurut dia, dua kejadian dugaan bunuh diri di Sambas ini perlu menjadi perhatian.
"Saya sedikit memberikan himbauan kepada masyarakat Sambas khususnya akibat dari dua kejadian yang diduga terjadi meninggal karena bunuh diri. Saya menghimbau kepada masyarakat Sambas kita hidup di masyarakat Sambas yang selalu bersahaja," kata Heroaldi.
Heroaldi mengatakan, masyarakat perlu bersahaja terdiri dari tiga lapisan mulai dari kalangan muda hingga tua. Dia menilai perlu sinergi antar semua lapisan untuk saling merangkul dan melindungi.
"Dari yang paling tua yang sedang sampai yang muda. Harapan kita mari kita selalu bersinergi antara yang muda sampai yang tua dan saling menyapa, saling menasehati hati sehingga tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan," ucapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS - Pemuda 19 Tahun di Sambas Kalbar Nekat Akhiri Hidup Gara-gara Asmara
Heroaldi menambahkan, tentu gejolak di dalam kehidupan di masa sekarang cobaannya lebih berat dibanding masa-masa lalu.
Tantangan anak muda kini lebih berat sehingga perlu pendampingan dan benteng kokoh agar tak terjerumus ke hal negatif.
"Karena kita tahu sekarang lebih banyak mengarah kepada anak muda menjerumuskan mereka ke dalam dunia-dunia gelap seperti narkotika, judi, mabuk-mabukan yang yang bisa mengungkit atau menghilangkan rasa atau pemikiran-pemikiran positif dari mereka," jelasnya.
Dia mengatakan, pemerintah daerah dan instansi terkait mesti memperkuat sinergi untuk melindungi masyarakat.
"Maka harapan saya selaku pemimpin daerah Kabupaten Sambas berharap mari kita bersinergi antara pemerintah dengan masyarakat untuk saling melindungi," tuturnya.
Baca juga: Perempuan 46 Tahun Ditemukan Tewas Tak Wajar di Selakau Sambas, Polisi Jelaskan Hasil Visum
Dia mengatakan, perlu melakukan langkah pencegahan untuk menasehati generasi muda tentang bahaya narkotika dan obat terlarang. Dari sisi agama, kata dia, pembinaan mental dan spiritual perlu diperkuat.
"Dan memberi nasihat kepada yang bersangkutan dalam obat dan yang lain-lain. Dan juga tegakkan kekuatan dari agama karena agama merupakan pegangan untuk kita kuat di dalam menata hidup di dunia ini," ucapnya.
Dia berharap pemerintah beserta kantor agama dan para ustad, organisasi MUI, FKPM dan yang lain-lain harus selalu bersinergi untuk bagaimana menciptakan suasana yang harmonis yang sesuai harapan di Kabupaten Sambas ini.
"Dan saya juga kebetulan hari ini melepas jamaah haji meminta kepada para jemaah untuk mendoakan agar Sambas terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan salah satu yang tadi kita sampaikan," imbuhnya.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Sambas-2334545.jpg)