Sekda Sintang Targetkan RSUD AM Djoen Mampu Pasang Ring Jantung Tahun Depan
Selain itu, dokter spesialis jantung yang akan menangani tindakan pemasangan ring jantung saat ini sedang menjalani pendidikan lanjutan
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Kartiyus menjelaskan, saat ini RSUD AM Djoen Sintang masih berstatus rumah sakit kelas II. Namun demikian, pemerintah daerah terus melakukan pengembangan fasilitas dan peningkatan kapasitas tenaga medis.
- Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah membangun ruang klinik khusus bedah jantung sebagai salah satu langkah persiapan layanan tersebut.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menargetkan dalam satu tahun ke depan RSUD AM Djoen Sintang sudah mampu melayani tindakan pemasangan ring atau cincin jantung bagi pasien yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan Kartiyus sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sintang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya menjadikan RSUD AM Djoen sebagai rumah sakit rujukan di wilayah timur Kalimantan Barat.
Kartiyus menjelaskan, saat ini RSUD AM Djoen Sintang masih berstatus rumah sakit kelas II. Namun demikian, pemerintah daerah terus melakukan pengembangan fasilitas dan peningkatan kapasitas tenaga medis.
“Untuk peningkatan layanan, kami masih perlu banyak belajar, termasuk ke Normah Medical Specialist Center sebagai salah satu rujukan pengembangan layanan medis,” ujar Kartiyus.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah membangun ruang klinik khusus bedah jantung sebagai salah satu langkah persiapan layanan tersebut.
• Seminar ICDN Sintang Bahas Revolusi Mental Intelektual Dayak di Era Modern
Selain itu, dokter spesialis jantung yang akan menangani tindakan pemasangan ring jantung saat ini sedang menjalani pendidikan lanjutan dan proses sertifikasi di China.
“Dokternya sedang mengambil pendidikan magister sekaligus sertifikasi untuk bisa melakukan pemasangan cincin jantung. Sertifikasi ini hanya bisa dikeluarkan oleh lembaga di Malaysia dan China,” jelasnya.
Kartiyus optimistis, setelah seluruh persiapan rampung, layanan pemasangan ring jantung di Sintang dapat melayani hingga belasan pasien setiap harinya.
Di sisi lain, ia juga menyinggung pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang, termasuk akses lintas negara.
Menurutnya, jika pembangunan PLBN Sungai Kelik terealisasi, maka akses masyarakat Sintang ke Malaysia akan semakin terbuka, termasuk untuk kebutuhan layanan kesehatan.
“Kalau PLBN Sungai Kelik sudah dibangun dan tembus ke Lacau, tentu akses ke Malaysia akan semakin mudah,” tambahnya.
Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Sintang juga telah menghibahkan lahan kepada Imigrasi Sanggau untuk pembangunan kantor imigrasi di Sintang. Hal ini didasari tingginya jumlah masyarakat yang mengurus paspor ke Sanggau.
“Data dari Imigrasi Sanggau menunjukkan, setiap bulan sekitar 400 warga Sintang mengurus paspor ke Sanggau. Ini menjadi dasar kita untuk menghadirkan layanan imigrasi lebih dekat,” pungkas Kartiyus. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Sekda Sintang
Kartiyus
RSUD AM Djoen
Ring Jantung
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Senin 20 April 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Sintang
| 4 Tempat Wisata di Kecamatan Sandai Ketapang, Ada Danau Panjang hingga Gua Bukong |
|
|---|
| Lapas Kelas IIB Kota Singkawang Bakar Hp Warga Binaan, 12 Unit Dimusnahkan |
|
|---|
| Pemkab Kayong Utara Fokus Tata Kebersihan Jelang MTQ Ke-34 Tingkat Provinsi |
|
|---|
| Lapas Kota Singkawang Gelar Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari HP Ilegal, Narkoba, dan Penipuan |
|
|---|
| Pulang dari Main Bola, Seorang Pria Meninggal Dunia Tabrak Truk Hendak Parkir di Selakau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kartiyus-435ewfrds.jpg)