Dorong Kemandirian Ekonomi, ANTAM Sukses Berdayakan Masyarakat Melalui Program MUSPEMMAS

Dengan produksi telur tersebut, Mujono dan anggota kelompok kini mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, selain itu, telur yang diproduksi

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
LAHAN PERTANIAN - Penanggungjawab pelaksanaan program MUSPEMMAS Rojak Nurawan bersama warga saat berada di lokasi lahan pertanian produktif di Dusun Cingka, Desa Tanjung Bunut, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Senin 13 April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kelompok Budidaya Ayam Petelur Kelawit Mandai yang dipimpin oleh Mujono kini mengelola 226 ekor ayam produktif. 
  • ]Sejak dimulai pada tahun 2025, unit usaha ini mampu menghasilkan rata-rata 200 butir telur per hari dengan harga jual Rp1.800 per butir. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Bauksit Kalimantan Barat melalui program Musyawarah Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (MUSPEMMAS) mencatatkan keberhasilan dalam mentransformasi ekonomi warga di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Melalui skema kemitraan dengan pemerintah desa, program ini berhasil mengalihkan pola bantuan konsumtif menjadi produktif di sektor peternakan, perikanan, dan pertanian.
Salah satu capaian signifikan terlihat di Dusun Mandai, Desa Balai Belungai, Kecamatan Toba.

Kelompok Budidaya Ayam Petelur Kelawit Mandai yang dipimpin oleh Mujono kini mengelola 226 ekor ayam produktif. 

Sejak dimulai pada tahun 2025, unit usaha ini mampu menghasilkan rata-rata 200 butir telur per hari dengan harga jual Rp1.800 per butir. 

Dalam kurun waktu enam bulan, kelompok ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp10 juta. 

Dengan produksi telur tersebut, Mujono dan anggota kelompok kini mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, selain itu, telur yang diproduksi juga dipasarkan langsung ke warung-warung dan warga sekitar. 

Sebanyak 16 Calon Jamaah Haji Sanggau Ikuti Manasik Terakhir 

Penanggungjawab pelaksanaan program, Rojak Nurawan menegaskan bahwa fokus utama bukan hanya pada modal awal, melainkan pada transfer pengetahuan manajemen pakan, perawatan kesehatan hewan, hingga tata kelola keuangan agar usaha tetap berkelanjutan.

Program MUSPEMMAS juga dilaksanakan di Desa Tanjung Bunut melalui Kelompok Tanjung Nila Cingka yang membudidayakan ikan nila dengan keramba apung, di Sungai Cingka.

"Fokus kami adalah kemandirian. Kami ingin masyarakat tidak lagi sekadar menjadi konsumen, tapi menjadi produsen. Budidaya ikan nila ini adalah langkah awal untuk membuka peluang ekonomi baru di desa. Kami optimis sektor ini akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan pasar lokal," kata Rojak, Senin 13 April 2026.

Di bawah pendampingan Rojak Nurawan yang merupakan tim pendamping dari ANTAM, masyarakat didorong mengoptimalkan potensi lokal melalui budidaya ikan nila dan pertanian hortikultura.

Di sektor pertanian, Kelompok Ketahanan Pangan yang diketuai oleh Rosban telah berhasil memanen cabai rawit dan terong di lahan produktif. Hasil panen ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, tetapi juga menekan biaya belanja rumah tangga warga.

Ketahanan pangan tingkat desa juga diperkuat melalui sektor hortikultura. Kelompok Pertanian di wilayah ini telah memulai budidaya cabai rawit dan terong di atas lahan seluas 306 meter persegi yang kini telah memasuki masa panen. 

Sebelumnya, kelompok ini sudah memproduksi mentimun sebanyak 2,96 Ton dengan pendapatan Rp15.625.400. 

"Alhamdulillah, hasil tanam cabai dan terong kami sudah mulai bisa dipanen secara rutin. Selain hasilnya dijual untuk menambah kas kelompok, warga sekitar juga bisa membeli dengan harga yang lebih terjangkau untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Ini sangat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga," kata Rosban.

Kepala Wilayah Dusun Cingka, Mustapa, mengapresiasi efektivitas program CSR ANTAM yang dinilai tepat sasaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved