Setahun Wafat Ibunda, Bupati Sintang Gelar Misa Kenangan di Pendopo

Hadir dalam misa tersebut Bupati Sintang beserta istri dan keluarga besar, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus, para pimpinan Organisasi

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
IBADAH MISA - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, melaksanakan misa untuk mengenang satu tahun wafatnya sang ibunda tercinta, Yohana Rumpa, pada Senin, 6 April 2026 di Pendopo Bupati Sintang. Yohana Rumpa diketahui berpulang pada Minggu malam, 6 April 2025, dalam usia 86 tahun di RSUD Ade M. Djoen Sintang. Misa peringatan ini menjadi momen penuh haru bagi keluarga besar untuk mengenang sosok almarhumah. 

Ringkasan Berita:
  • Dalam khotbahnya, Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin menyampaikan bahwa setiap agama memiliki pandangan masing-masing mengenai kehidupan setelah kematian, termasuk dalam ajaran Gereja Katolik.
  • Ia menambahkan, lamanya seseorang berada dalam “api pencucian” tidak dapat diketahui, hingga akhirnya layak memasuki kerajaan surga.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, melaksanakan misa untuk mengenang satu tahun wafatnya sang ibunda tercinta, Yohana Rumpa, pada Senin, 6 April 2026 di Pendopo Bupati Sintang.

Yohana Rumpa diketahui berpulang pada Minggu malam, 6 April 2025, dalam usia 86 tahun di RSUD Ade M. Djoen Sintang

Misa peringatan ini menjadi momen penuh haru bagi keluarga besar untuk mengenang sosok almarhumah.

Perayaan misa dipimpin langsung oleh Uskup Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap, serta didampingi tiga imam konselebran yakni RD Ardianus Diri, RD Yuventius Leo Rigby, dan RD Agustinus Xaverius Bahang.

Hadir dalam misa tersebut Bupati Sintang beserta istri dan keluarga besar, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta umat Katolik.

TKA 2026 di SMPN 7 Dedai Berjalan Lancar, Jadi Tolok Ukur Mutu Pendidikan

Dalam khotbahnya, Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin menyampaikan bahwa setiap agama memiliki pandangan masing-masing mengenai kehidupan setelah kematian, termasuk dalam ajaran Gereja Katolik.

“Agama Katolik juga punya konsep sendiri tentang akhirat. Siapa yang hidup bersekutu dengan Tuhan, maka akan tinggal bersama Bapa di surga. Tetapi kalau masih ada celah, beriman tetapi ada dosa, maka ketika meninggal dunia, dia harus masuk ke api pencucian,” jelasnya.

Ia menambahkan, lamanya seseorang berada dalam “api pencucian” tidak dapat diketahui, hingga akhirnya layak memasuki kerajaan surga.

“Kalau yang dominan adalah dosa dan kegelapan, maka dia akan dihukum abadi atau masuk neraka. Neraka itu keterpisahan jiwa dengan Allah. Maka tetaplah setia dalam jalan hidup yang benar supaya kita bisa berbahagia selamanya di surga,” pesannya.

Uskup juga mengajak umat untuk tetap percaya akan adanya kehidupan kekal sebagai pengharapan iman.

“Kita lebih baik percaya adanya surga, daripada tidak percaya tetapi kehilangan kesempatan untuk bisa tinggal di surga. Masuk surga atau neraka tergantung perilaku kita selama hidup di dunia ini,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan turut mendoakan almarhumah ibundanya.

“Semoga jiwa Ibunda Yohana Rumpa diterima di kerajaan surga melalui doa kita malam ini,” ucapnya.

Misa berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, menjadi ungkapan iman sekaligus penghormatan kepada almarhumah yang dikenang oleh keluarga dan umat yang hadir. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved