DLH Landak Gencarkan Mengelola Sampah Kepada Masyarakat
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Landak terus menggencarkan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak, Sahbirin, mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengangkutan dan pengelolaan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
- Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci penting untuk mengurangi volume sampah yang terus meningkat setiap hari.
- Menurutnya, melalui kegiatan KIE, masyarakat diberikan pemahaman mengenai dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Landak terus menggencarkan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak, Sahbirin, mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengangkutan dan pengelolaan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci penting untuk mengurangi volume sampah yang terus meningkat setiap hari.
Menurutnya, melalui kegiatan KIE, masyarakat diberikan pemahaman mengenai dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, sekaligus cara-cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah sejak dari rumah.
“Kami terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," Sahbirin pada Selasa 2 Juni 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan KIE dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari sosialisasi langsung kepada masyarakat, penyuluhan di sekolah, hingga pemanfaatan media untuk menjangkau lebih banyak warga.
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).
Baca juga: Kecamatan Ngabang : Jantung Ekonomi dan Pusat Kemajuan Kabupaten Landak
Sahbirin menilai keterlibatan masyarakat sangat penting karena sebagian besar sampah berasal dari aktivitas rumah tangga.
Tanpa adanya perubahan perilaku di tingkat masyarakat, upaya pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah akan sulit berjalan optimal.
“Pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah. Dibutuhkan peran aktif masyarakat, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah, hingga ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” katanya.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, program KIE juga diharapkan mampu membangun kebiasaan hidup bersih yang berkelanjutan.
Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengelolaan sampah, beban TPA dapat dikurangi dan kualitas lingkungan di Kabupaten Landak dapat terus terjaga.
DLH Landak pun berkomitmen untuk terus memperluas kegiatan edukasi dan melibatkan berbagai pihak agar pengelolaan sampah dapat menjadi gerakan bersama demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
| Berikan Materi di EKM OMK, Ketua Pemuda Katolik Kalbar:OMK Harus Militan, Kuat, Beriman, dan Humanis |
|
|---|
| Ratusan Rokok GATI Karena Pita Cukai Tak Sesuai Dengan Isi Kemasan Disita Polres Singkawang |
|
|---|
| Ketua RT Mengaku Terkejut, Sebut Pelaku Sosok Tertutup, Kasus Pembunuhan di Kabupaten Bengkayang |
|
|---|
| Kasus Pembunuhan di Kabupaten Bengkayang, Sosok Korban Orang Baik dan Aktif Beribadah |
|
|---|
| Saksi Mata Ungkap Detik-detik Pelaku Lakukan Aksi, Kasus Pembunuhan di Kabupaten Bengkayang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kepala-DPPKP-Kabupaten-Landak-Sahbirin.jpg)