Breaking News

Tingkatkan Pengelolaan Sampah, DLH Sintang Butuh 24 Kontainer

Ia menjelaskan, penggunaan kontainer yang terintegrasi dengan arm roll truck dinilai mampu meningkatkan efisiensi dalam proses pengangkutan

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
WAWANCARA - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Siti Musrikah ditemui di pendopo rumah dinas jabatan bupati Sntang belum lama ini. Upaya peningkatan pengelolaan sampah terus dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang. Salah satunya dengan merencanakan pengadaan 24 unit kontainer sampah pada tahun mendatang. 
Ringkasan Berita:
  • Ia menjelaskan, penggunaan kontainer yang terintegrasi dengan arm roll truck dinilai mampu meningkatkan efisiensi dalam proses pengangkutan sampah. 
  • Lebih lanjut, Siti menilai sistem serupa yang diterapkan di Kota Pontianak dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang lebih tertata. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID SINTANG - Upaya peningkatan pengelolaan sampah terus dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang. Salah satunya dengan merencanakan pengadaan 24 unit kontainer sampah pada tahun mendatang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, menyampaikan bahwa kebutuhan tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap volume sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang dilakukan sejak awal tahun.

“Kami sudah melakukan perhitungan berdasarkan volume sampah di setiap TPS sejak awal tahun. Dari situ, kami mengusulkan kebutuhan 24 kontainer untuk mendukung pengelolaan sampah ke depan,” kata Siti.

Ia menjelaskan, penggunaan kontainer yang terintegrasi dengan arm roll truck dinilai mampu meningkatkan efisiensi dalam proses pengangkutan sampah. 

Meriahkan 10 Tahun Berdiri, My Home Group Gelar Event Terbesar di Sintang

Sistem tersebut juga berdampak pada pengurangan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.

“Kalau menggunakan kontainer dengan arm roll truck, tenaga yang dibutuhkan tidak banyak. Cukup satu sopir dan satu kenek untuk satu unit, sehingga lebih efisien dan praktis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Siti menilai sistem serupa yang diterapkan di Kota Pontianak dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang lebih tertata. 

Dalam penerapannya, kontainer ditempatkan pada waktu tertentu dan langsung diangkut saat penuh tanpa menyisakan sampah di lokasi.

“Dengan sistem seperti itu, keberadaan TPS bisa diminimalkan. Meski begitu, kami tetap menyiapkan bak sampah sebagai langkah antisipasi agar sampah tidak berserakan dan lingkungan tetap bersih,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved