RSUD Achmad Diponegoro Putussibau Miliki Hutang Hingga Obat Sering Kosong

"Sekarang persediaan obat dirumah sakit saat ini sudah mulai berdatangan. Masalah obat yang kosong ini karena kita ada utang," ucapnya.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sahirul Hakim
OBAT KOSONG - RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, Selasa 31 Maret 2026. Obat-obatan di Rumah Sakit Putussibau tersebut sering kosong, penyebabnya adalah karena utang. 
Ringkasan Berita:
  • Secara tegas, Miki menyatakan utang sudah dibayar hanya tidak penuh baru sekitar 70 persen, dan penyedia mau menyediakan obat tetapi tidak sepenuhnya. 
  • Dijelaskan juga, utang rumah sakit ini berjumlah Rp 15 miliar, yang dimulai dari persediaan obat hingga jasa pelayanan internal maupun eksternal, sehingga masalah ini harus direview terlebih dahulu oleh KPK.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Direktur RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Paulus Miki mengakui ketersediaan obat-obatan di rumah Sakit Putussibau sering terjadi kekosongan.

"Jadi kita itu punya utang ke penyedia obat sebesar Rp 4,5 miliar, sehingga harus direview dulu. Inilah penyebab sering terjadi kekosongan obat, karena utang belum dibayar," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Selasa 31 Maret 2026.

Secara tegas, Miki menyatakan utang sudah dibayar hanya tidak penuh baru sekitar 70 persen, dan penyedia mau menyediakan obat tetapi tidak sepenuhnya. 

Koperasi Merah Putih di Kapuas Hulu Belum Terima Truk Fuso dan Pikap 

"Sekarang persediaan obat dirumah sakit saat ini sudah mulai berdatangan. Masalah obat yang kosong ini karena kita ada utang," ucapnya.

Dijelaskan juga, utang rumah sakit ini berjumlah Rp 15 miliar, yang dimulai dari persediaan obat hingga jasa pelayanan internal maupun eksternal, sehingga masalah ini harus direview terlebih dahulu oleh KPK.

"Jika tidak ada review kemarin, utang - utang ini sudah kita bayarkan semuanya. Untuk review inikan harus rinci dan tidak mudah, sehingga ini yang menghambat kita kemarin untuk persediaan obat," ujarnya.

Untuk membayar sisa utang tersebut, Miki menegaskan, sudah melakukan koordinasi dengan Inspektorat untuk melakukan telaahan staf yang tujuannya bagaimana rumah sakit ini tetap bisa melakukan belanja.

"Kita kemarin itu meminta telaahan staf ke Bupati supaya kita bisa belanja sambil menunggu review ini tetap berjalan. Tetapi upaya kita ini pun tetap tidak bisa dan ini juga berbahaya bagi kita karena kita sebelumnya juga sudah pernah disidik Polda Kalbar," ungkapnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved