Cerita Haru Guru di Sambas Terpaksa Jual Seragam Korpri

Seorang guru di Sambas, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terpaksa menjual seragam batik Korpri

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
PELANTIKAN PPPK - Ribuan PPPK paruh waktu mengenakan seragam Korpri ketika pelantikan di halaman Kantor Bupati Sambas, Desember 2025 lalu.  

Ringkasan Berita:
  • Langkah itu diambil UA, nama samaran, guru yang menjual seragam batik Korpri di media sosial.
  • Setelah laku terjual postingannya itu lalu viral menuai beragam komentar.
  • UA mengaku bukan keinginan hatinya menjual busana Korpri itu melainkan kondisi mendesak demi mencukupi kebutuhan hidupnya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Seorang guru di Sambas, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terpaksa menjual seragam batik Korpri miliknya demi mencukupi kebutuhan hidup, Rabu 11 Maret 2026.

Langkah itu diambil UA, nama samaran, guru yang menjual seragam batik Korpri di media sosial.

Setelah laku terjual postingannya itu lalu viral menuai beragam komentar.

"Jujur kalau saya ceritakan sedih rasanya dan juga kemungkinan banyak yang tidak percaya mengapa saya sampai terpaksa mau jual baju Korpri saya," ucap UA, guru SD yang mengabdi sejak 16 tahun silam.

UA mengaku bukan keinginan hatinya menjual busana Korpri itu melainkan kondisi mendesak demi mencukupi kebutuhan hidupnya.

"Hal itu pun sebenarnya bukan kemauan saya tapi keadaan lah yang memaksa. Di saat sekarang apa-apa serba mahal, pendapatan kurang, kerja sampingan kadang ada, kadang tidak ada," ucapnya.

Dia telah berupaya mendapat penghasilan tambahan di samping profesi sebagai guru. Namun kenyataan sulitnya mendapat penghasilan lain.

"Bukannya saya tidak berusaha untuk beli kebutuhan anak, tapi sudah usaha sana sini mencarinya, namun tidak dapat dan juga saya mau menggadai emas tapi tidak ada mempunyai emas, mau menjual HP saya ini tapi pun masih kredit," katanya.

Demi kebutuhan hidup sehari-hari, UA mengaku kerap meminjam uang kepada tetangga. UA merasa malu karena belum ada kepastian pencairan gaji untuk membayar pinjaman yang ia terima.

"Bagaimana saya mau menjualnya habis ini mau pinjam duit, saya sudah merasa malu meminjam terus sedangkan kepastian masalah gaji ini pun belum sampai sekarang," ucapnya.

Baca juga: Komisi IV DPRD Sambas Panggil Dinas Pendidikan, Mardani Jelaskan Skema Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Kondisi yang sulit membuatnya terdesak hingga ia menengok baju Korpri yang tergantung di lemari. Ia sontak ingin menjualnya.

"Jadi kebutuhan terdesak ini tadi terus saya berfikir dan terlihat ke baju-baju oh mungkin ada yang mau mencari baju KORPRI bisa barangkali saya jual di medsos," jelasnya.

"Begitu terjual langsung saya hapus postingan, yang ada malah viral kemana-mana, Ingin saya stop pun sudah tidak bisa terbendung lagi," imbuhnya.

Dia juga menyebut menjelang lebaran Idulfitri banyak kebutuhan yang harus terpenuhi. Di samping kewajiban membayar zakat yang juga harus ia penuhi.

"Terus apalagi sekarang mau raya, lain mau bayar zakat fitrah lagi kemana lah saya mencarikannya," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved