Tim Satgas Saber Pangan Temukan Komoditas di Atas HET Saat Sidak Pasar Ngabang

sejumlah komoditas strategis dijual di atas Harga Eceran Tertinggi dan Harga Acuan Tertinggi (HAT) saat melakukan pemantauan di Pasar Rakyat Ngabang

Tayang:
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Alfon Pardosi
STOK BAPOK -  Wakil Bupati Landak Erani ST MT bersama Tim Satgas Pangan Kabupaten Landak, Tim Saber Pangan dari Badan Pangan Nasional serta Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat melaksanakan sidak harga dan stok bahan kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Ngabang pada Kamis 5 Maret 2026. 
Ringkasan Berita:
  • KTU Inspektorat Badan Pangan Nasional yang juga anggota Satgas Saber Pangan Murni, mengatakan dari hasil pemantauan di lapangan ditemukan beberapa komoditas yang harganya melebihi ketentuan yang ditetapkan pemerintah. 
  • Menurutnya, tingginya harga sejumlah komoditas tersebut diduga karena pasokan yang diperoleh pedagang berasal dari Pasar Induk Flamboyan di Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Tim Satuan Tugas (Satgas) Saber Pangan dari Badan Pangan Nasional menemukan sejumlah komoditas strategis dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Tertinggi (HAT) saat melakukan pemantauan di Pasar Rakyat Ngabang pada Kamis 5 Maret 2026. 

KTU Inspektorat Badan Pangan Nasional yang juga anggota Satgas Saber Pangan Murni, mengatakan dari hasil pemantauan di lapangan ditemukan beberapa komoditas yang harganya melebihi ketentuan yang ditetapkan pemerintah. 

“Dari hasil pemantauan harga hari ini di Pasar Rakyat Ngabang, tadi kita temukan ada beberapa komoditas strategis yang di atas HET atau HAT. Di antaranya daging sapi, cabai, sama bawang,” ujarnya. 

Menurutnya, tingginya harga sejumlah komoditas tersebut diduga karena pasokan yang diperoleh pedagang berasal dari Pasar Induk Flamboyan di Pontianak. 

Harga yang sudah tinggi dari daerah pemasok ditambah dengan biaya transportasi dan distribusi menyebabkan harga jual di tingkat pasar daerah menjadi lebih mahal. 

“Alasannya karena memang diambil dari Pasar Induk Flamboyan. Jadi kemungkinan ada tambahan untuk transportasi atau biaya distribusi, sehingga harga jual di sini di atas HET atau HAT,” jelasnya. 

Meski demikian, Murni menilai kenaikan harga tersebut masih dalam batas wajar. Namun pihaknya tetap akan melakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan stabilitas harga, terutama menjelang hari raya keagamaan. 

Baca juga: Kapolres Landak Hadiri Rapat Koordinasi CSR, Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Diperkuat

Ia menyebutkan bahwa menjelang hari besar keagamaan biasanya terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama cabai. 

Oleh karena itu, koordinasi dan pemantauan terus dilakukan oleh Satgas Saber Pangan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. 

“Kita berharap komoditas yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya untuk menyambut hari raya keagamaan dan nasional, bisa terpenuhi. Stok tersedia, harga juga tidak terlalu tinggi dan tetap stabil sehingga masyarakat tidak bergejolak,” jelasnya.

Satgas Saber Pangan juga berencana melakukan pemantauan langsung ke Pasar Induk Flamboyan untuk menelusuri penyebab kenaikan harga yang terjadi di tingkat daerah. 

“Besok kami juga akan memantau di Flamboyan untuk menindaklanjuti kenapa harga sampai ke sini bisa menjadi tinggi. Nanti informasinya akan kami sampaikan kembali,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved