Breaking News

Sintang Dalam Data

Objek Wisata Benda Cagar Alam di Sintang, Cocok Dikunjungi di Hari Libur Untuk Wisata Religi

Berikut 14 lokasi pariwisata benda cagar budaya di Kabupaten Sintang di data tahun 2024

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
BPS
ILUSTRASI - Peta Kabupaten Sintang yang memiliki objek wisata cagar budaya. Terdapat 14 lokasi objek wisata yan bisa dikunjungi. 

Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Kabupaten Sintang memiliki beragam potensi objek wisata benda cagar budaya yang menjadi saksi sejarah panjang peradaban, kerajaan, serta keberagaman budaya masyarakatnya.
  • Keberadaan situs-situs ini tidak hanya bernilai historis, tetapi juga menjadi daya tarik wisata religi, budaya, dan edukasi.
  • Seluruh lokasi ini bisa dikunjungi oleh masyarakat lokal dan nasional.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berikut 14 lokasi pariwisata benda cagar budaya di Kabupaten Sintang di data tahun 2024

Kabupaten Kabupaten Sintang memiliki beragam potensi objek wisata benda cagar budaya yang menjadi saksi sejarah panjang peradaban, kerajaan, serta keberagaman budaya masyarakatnya.

Keberadaan situs-situs ini tidak hanya bernilai historis, tetapi juga menjadi daya tarik wisata religi, budaya, dan edukasi.

Seluruh lokasi ini bisa dikunjungi oleh masyarakat lokal dan nasional.

Terutama di hari libur untuk mendapatkan suasana baru pariwisata menampilkan beda dan cagar budaya di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Baca juga: Tim Kementerian Kebudayaan Teliti dan Dokumentasikan Seni Jandeh di Sintang Selama Setahun

Dafttar 14 Lokasi Pariwisata Sintan

  1. Batu Kundur, Keraton Raja Sintang, dan Masjid Jami’ Sultan Nata

    Terletak di Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, kompleks ini merupakan pusat sejarah Kesultanan Sintang. Batu Kundur dipercaya sebagai batu bersejarah peninggalan kerajaan. Keraton Raja Sintang menjadi simbol pemerintahan masa lalu, sementara Masjid Jami’ Sultan Nata menunjukkan perkembangan Islam di wilayah ini.

  2. Makam Djubair, Ade Irawan II, dan Panembahan Ade Muhammad Djoen

    Berada di Kapuas Kiri Hilir, makam-makam ini merupakan tempat peristirahatan tokoh penting kerajaan dan pemerintahan Sintang. Situs ini menjadi tujuan ziarah sekaligus pembelajaran sejarah lokal.

  3. Makam Sultan Nata Muhammad Sjamsuddin dan Makam Raja-Raja

    Kompleks pemakaman ini menjadi bukti kesinambungan kepemimpinan Kesultanan Sintang. Nilai sejarahnya sangat tinggi karena menyimpan jejak para pemimpin terdahulu.

  4. Makam Aji Melayu, Batu Lingga Yoni, dan Batu Nandi (Nanga Sepauk)

    Berlokasi di Kecamatan Sepauk, situs ini menunjukkan pengaruh budaya Hindu pada masa lampau. Batu Lingga Yoni dan Batu Nandi merupakan simbol kepercayaan yang berkembang sebelum masuknya Islam.

  5. Batu Lingga Yoni Dara Muning (Serawai)

    Situs ini erat kaitannya dengan legenda rakyat Dara Muning yang terkenal di Kalimantan Barat. Batu ini menjadi simbol sejarah dan cerita turun-temurun masyarakat setempat.

  6. Rumah Betang Ensaid Panjang (Kelam Permai)

    Rumah Betang ini merupakan rumah panjang khas suku Dayak yang masih terawat dengan baik. Selain menjadi tempat tinggal, rumah ini juga pusat pelestarian adat dan budaya Dayak.

  7. Makam Apang Semangai (Riam Panjang, Kayan Hulu)

    Makam ini dihormati masyarakat setempat sebagai tokoh berpengaruh dalam sejarah penyebaran agama dan adat istiadat di wilayah Kayan Hulu.

  8. Makam Pangeran Kuning (Nanga Tebidah, Kayan Hulu)

    Situs makam ini memiliki nilai historis dan spiritual, serta sering dikunjungi sebagai tempat ziarah.

  9. Makam Panggi Agung (Ketungau Tengah)

    Sebagai makam tokoh adat yang memiliki peran penting dalam sejarah masyarakat Ketungau.

  10. Prasasti Batu Harimau (Tanjung Andan, Ambalau)

    Prasasti ini menjadi peninggalan arkeologis yang unik. Bentuk dan ukirannya menjadi bukti adanya peradaban dan sistem kepercayaan masa lampau.

  11. Batu Lingga Yoni Desa Bernayau (Sepauk)

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved