Aktivis Muda Muhammadiyah Nilai Setahun Kepemimpinan Bala–Ronny Belum Berdampak Nyata
Di sektor ekonomi rakyat, Topan juga menyinggung kelangkaan LPG 3 kilogram dan BBM yang sempat terjadi dan memicu lonjakan harga.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Menurut Topan, pemerintah daerah terlihat cukup aktif dalam menyusun program dan melaksanakan kegiatan yang bersifat seremonial, khususnya terkait ekonomi rakyat.
- Namun, ukuran keberhasilan pembangunan bagi masyarakat bukan pada banyaknya agenda, melainkan pada perubahan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Aktivis muda Muhammadiyah, Aldo Topan Rivaldi, menilai satu tahun kepemimpinan Gregorius Herkulanus Bala bersama Florensius Ronny masih didominasi oleh tahapan administratif dan perencanaan, belum menyentuh dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut Topan, pemerintah daerah terlihat cukup aktif dalam menyusun program dan melaksanakan kegiatan yang bersifat seremonial, khususnya terkait ekonomi rakyat.
Namun, ukuran keberhasilan pembangunan bagi masyarakat bukan pada banyaknya agenda, melainkan pada perubahan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemerintah memang terlihat bekerja, tapi masyarakat menilai pembangunan dari apa yang mereka rasakan. Dan sejauh ini, itu belum banyak berubah,” ujar Topan.
• DPRD Sintang Desak Pertamina Atasi Kelangkaan BBM di Serawai–Ambalau
Ia menyoroti persoalan infrastruktur dasar sebagai keluhan paling nyata di tengah masyarakat. Banyak ruas jalan desa dan jalur penghubung aktivitas ekonomi warga dinilai belum tertangani secara memadai.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada tingginya biaya transportasi dan harga barang kebutuhan pokok.
“Kalau jalan rusak dan akses ekonomi terganggu, biaya hidup otomatis mahal. Artinya pertumbuhan ekonomi daerah belum didorong dari akar masalahnya,” tegasnya.
Di sektor ekonomi rakyat, Topan juga menyinggung kelangkaan LPG 3 kilogram dan BBM yang sempat terjadi dan memicu lonjakan harga.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sebagai gangguan distribusi biasa, melainkan mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah terhadap rantai pasok kebutuhan dasar masyarakat kecil.
“Program pasar murah memang membantu, tapi sifatnya hanya sementara. Masalah strukturalnya tidak selesai,” katanya.
Topan menilai, setelah satu tahun berjalan, pemerintah daerah belum sepenuhnya mampu menghadirkan rasa aman dalam kehidupan masyarakat, terutama terkait biaya hidup, ketersediaan energi, dan infrastruktur pendukung ekonomi.
Ia berharap pada tahun kedua kepemimpinan, fokus pemerintah tidak lagi berkutat pada perencanaan dan kegiatan simbolik, melainkan pada pembuktian nyata di lapangan.
“Tahun kedua harus jadi momentum pembuktian: perbaikan jalan yang benar-benar dirasakan, stabilitas energi dan bahan pokok, serta kebijakan ekonomi yang menurunkan biaya hidup warga. Kalau itu belum terjadi, publik akan menilai pemerintah berjalan tanpa perubahan,” pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Aldo Topan Rivaldi
Pemuda Muhammadiyah
Gregorius Herkulanus Bala
Bupati Sintang
Sintang
Kalbar
Kalimantan Barat
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Kamis 19 Februari 2026
| Wawako Muhammadin Buka Konkerkot 1 PGRI Kota Singkawang, Harap Tingkatkan Kualitas Pendidikan |
|
|---|
| PMI Sanggau Naikkan Biaya Pengolahan Darah, Kini Gunakan Teknologi CLIA |
|
|---|
| Pemkot Pontianak Petakan Titik Minim Penerangan untuk Pemasangan PJU Baru |
|
|---|
| Alexander Wilyo Resmi Buka Turnamen Bola Voli Antar Desa di Tumbang Titi |
|
|---|
| Sekda Kayong Utara Tekankan Pentingnya Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Aldo-Topan-Rivaldi-324wer.jpg)