336 Warga Mempawah Digigit Hewan Penular Rabies! Sadaniang, Takong dan Toho Paling Banyak

Harun Arrasyid, mengungkapkan selama satu tahun terakhir terdapat 336 kasus gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies.

Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
VAKSIN RABIES - Tim dari Disbunnak Sanggau saat melaksanakan vaksin terhadap hewan penular rabies (VAR) di sejumlah titik di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Senin 25 Agustus 2025 lalu. Sepanjang 2025 terdapat 336 warga mempawah digigit hewan penular rabies, Anjing paling dominan menggigit. 

Ringkasan Berita:
  1. Sepanjang tahun 2025 di Kabupaten Mempawah tercatat 336 kasus gigitan hewan penular rabies (terbanyak dari anjing), namun seluruh korban berhasil ditangani medis sehingga tidak ada korban meninggal dunia.
  2. Dinas Kesehatan telah memberikan sekitar 1.200 dosis vaksin anti rabies (4–5 suntikan per pasien) dan mengimbau masyarakat segera berobat ke fasilitas kesehatan bila tergigit hewan untuk mencegah penularan rabies.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes PPKB) Kabupaten Mempawah mencatat ratusan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) sepanjang tahun 2025. 

Meski jumlahnya cukup tinggi, kabar baiknya tidak ada korban meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes PPKB Kabupaten Mempawah, Harun Arrasyid, mengungkapkan selama satu tahun terakhir terdapat 336 kasus gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies.

Baca juga: Sintang Darurat Rabies! 107 Warga Digigit, Hanya Miliki 3 Dokter Hewan & Vaksin Rabies Sisa 70 Vial

“Sepanjang tahun 2025 ada gigitan hewan penular rabies sebanyak 336 kasus yang kita temukan,” ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.

Kasus tersebut tersebar di berbagai wilayah kerja puskesmas. Beberapa kecamatan bahkan menjadi daerah dengan angka tertinggi, yakni wilayah layanan Puskesmas Sadaniang, Takong, Toho, Anjongan, serta Sungai Pinyuh.

Tingginya kasus di wilayah tersebut menjadi perhatian karena sebagian masyarakat masih beraktivitas dekat dengan hewan peliharaan maupun hewan liar.

Menurut Harun, anjing menjadi penyebab utama gigitan yang dilaporkan masyarakat. Selain itu, terdapat pula kasus gigitan dari kucing dan monyet.

Baca juga: Kasus Gigitan Rabies Masih Tinggi, Stok Vaksin di Sintang Tinggal 70 Vial

“Gigitan hewan ini paling banyak dari anjing, kemudian kucing, dan juga monyet,” jelasnya.

Walau angkanya cukup banyak, seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.

Diskes PPKB memastikan setiap korban segera menerima vaksin anti rabies (VAR) sehingga tidak ada kasus kematian akibat rabies.

“Dari banyaknya kasus itu tidak ada kita temukan yang meninggal karena gigitan hewan pemapar rabies.

Yang merasa digigit hewan penular rabies langsung diberikan suntikan vaksin anti rabies,” tegasnya.

Sepanjang 2025, petugas kesehatan telah menggunakan sekitar 1.200 botol vaksin anti rabies.

Setiap pasien rata-rata mendapatkan empat hingga lima kali suntikan sesuai standar penanganan medis.

“Sekitar 1.200-an botol vaksin rabies sudah digunakan. Satu pasien biasanya mendapat empat atau lima suntikan,” tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved