Karhutla di Kalbar

Tanggapi Status Darurat Bencana Asap, Kadis Kesehatan Sambas Imbau Warga Waspada ISPA 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr Ganjar Eko Prabowo mengimbau masyarakat Sambas mengenakan masker saat beraktivitas di luar

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/IMAM MAKSUM
SIAGA DARURAT - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr Ganjar Eko Prabowo. Dia mengimbau masyarakat Sambas mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan setelah penetapan status siaga darurat bencana kabut asap, Minggu 1 Februari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Hal tersebut ditegaskan Kadis Kesehatan dr Ganjar Eko Prabowo menanggapi penetapan status siaga darurat bencana kabut asap yang telah diterbitkan Pemkab Sambas.
  • Ganjar juga meminta masyarakat, menjaga kelembapan udara di dalam rumah untuk mengurangi iritasi pada saluran pernapasan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr Ganjar Eko Prabowo mengimbau masyarakat Sambas mengenakan masker saat beraktivitas di luar, Minggu 1 Februari 2026.

Hal tersebut ditegaskan Kadis Kesehatan dr Ganjar Eko Prabowo menanggapi penetapan status siaga darurat bencana kabut asap yang telah diterbitkan Pemkab Sambas.

"Adapun langkah-langkah pencegahan yang disarankan Dinas Kesehatan antara lain, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan ketika terjadi kabut asap, guna mengurangi paparan partikel berbahaya," kata Ganjar Eko Prabowo, Minggu 1 Februari 2026.

Ganjar juga meminta masyarakat, menjaga kelembapan udara di dalam rumah untuk mengurangi iritasi pada saluran pernapasan.

"Kemudian, menghindari aktivitas luar ruangan selama kabut asap, terutama bagi warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan," jelasnya.

Dia juga meminta warga, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala  Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atau sesak napas.

"Meningkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, serta memperbanyak minum air putih," lanjut Ganjar Eko Prabowo.

Dia menegaskan, kabut asap merupakan ancaman langsung terhadap kesehatan paru-paru manusia.nPartikel halus hasil pembakaran hutan dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu berbagai penyakit, khususnya ISPA.

Baca juga: Dampak Kemarau, PDAM Tirta Muare Ulakan Sambas Akui Penurunan Debit Air ke Pelanggan

“Saat ini Kabupaten Sambas telah memasuki musim kemarau dan memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dampaknya bisa menyebabkan kabut asap dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan, terutama ISPA,” ujarnya.

Walaupun, kata Ganjar Eko Prabowo, hingga kini belum tercatat adanya lonjakan kasus ISPA akibat kabut asap, Pemerintah Kabupaten Sambas tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini. 

Ganjar menjelaskan, langkah pencegahan jauh lebih penting agar tidak terjadi permasalahan kesehatan massal di tengah masyarakat, terlebih di wilayah perbatasan yang juga rawan terdampak lintas negara.

"Kabut asap di Sambas menjadi pengingat bahwa krisis iklim global bukan isu abstrak, melainkan ancaman nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat daerah," katanya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved