Kebakaran di Sambas

Aprianto Berjuang Selamatkan Keluarga dari Kebakaran Dini Hari: Penting Istri dan Anak Saya Selamat

Terjadi kebakaran jam tiga lewat pagi. Api yang kita lihat memang dari dinding rumah, setelah itu satu jam kemudian menyebar luas.

Tayang:
Penulis: Imam Maksum | Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
KEBAKARAN BESAR - Aprianto menceritakan detik-detik api mulai membesar dan melahap tempat tinggalnya, Pasar Simpang Empat Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Minggu 25 Januari 2026 subuh hari. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peristiwa kebakaran hebat yang melanda kawasan Pasar Simpang Empat, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Minggu 25 Januari 2026, menyisakan cerita menegangkan dari para warga yang berada di lokasi.

Salah satunya datang dari Aprianto, saksi mata yang nyaris terdampak langsung kobaran api.

Api mulai terlihat sekitar pukul tiga dini hari.

Awalnya, Aprianto melihat asap dan nyala api muncul dari dinding bangunan yang berdampingan dengan rumahnya. 

Baca juga: Cerita Ibu 3 Anak, Indriani: Detik-detik Kebakaran Besar Lahap 10 Ruko & Rumah Pasar Tangaran Sambas

Dalam hitungan jam, api terus membesar dan menyebar dengan cepat, diperparah oleh tiupan angin yang cukup kencang.

“Terjadi kebakaran jam tiga lewat pagi. Api yang kita lihat memang dari dinding rumah, setelah itu satu jam kemudian menyebar luas,” ujar Aprianto.

Menyadari bahaya yang mengancam, Aprianto segera mengambil tindakan cepat.

Ia menyiramkan air ke dinding dan atap rumahnya untuk mencegah api merembet.

Di saat yang sama, ia meminta sang istri dan anak-anaknya untuk segera menjauh dari lokasi demi keselamatan.

Kondisi semakin mencekam ketika asap mulai memenuhi bagian dalam rumah.

Api yang sudah membesar membuatnya tak mampu lagi melakukan upaya pemadaman secara maksimal.

“Kami tidak dapat membatasi api karena terlalu besar. Dalam rumah pun sudah ada asap. Begitu buka pintu, api sudah besar,” tuturnya.

Dengan segala keterbatasan, Aprianto hanya bisa berupaya semampunya untuk menahan laju api agar tidak menjalar ke rumahnya.

Baginya, keselamatan keluarga menjadi prioritas utama di tengah kepanikan yang melanda.

“Yang penting istri dan anak-anak saya selamat. Anak-anak kecil saya suruh keluar dari rumah,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved