Gempa Sekadau

Gempa 4,8 SR Guncang Sintang! Rumah Vina Warga Ladang Runtuh Dini Hari Untung Bisa Selamatkan Diri

Sesaat setelah gempa terjadi, retakan demi retakan muncul di dinding dan pondasi rumah yang berada di RT 009 RW 002.

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
RUSAK PARAH - Seorang warga melihat puing rumah Vina yang ambruk pasca diguncang gempa 4,8 yang mengguncang Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat siang, 23 Januari 2025. 

Ringkasan Berita:
  1. Gempa tektonik terjadi pada Jumat siang, 23 Januari 2025, pukul 14.47.56 WIB dan dirasakan cukup kuat oleh warga. Getarannya menyebabkan bangunan bergetar, benda-benda ringan bergoyang, serta menimbulkan kerusakan pada rumah warga.
  2. Rumah Vina di Kelurahan Ladang mengalami retakan serius pada dinding dan pondasi. Pada Sabtu dini hari, bagian belakang rumah kamar, WC, dan dapur ambruk, sehingga rumah dinilai tidak lagi aman untuk ditempati.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Getaran gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,8 yang mengguncang Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat siang, 23 Januari 2025, tak hanya menggoyang bangunan, tetapi juga menyisakan trauma bagi Vina, warga Kelurahan Ladang.

Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung bagi keluarganya mendadak kehilangan kekuatan.

Sesaat setelah gempa terjadi, retakan demi retakan muncul di dinding dan pondasi rumah yang berada di RT 009 RW 002.

Awalnya, suara gemuruh yang terdengar disangka hujan deras.

Baca juga: Gempa Guncang Kalbar Hari Ini: Sekadau Bergetar, Rumah Anggota DPRD dan Jembatan Rusak

“Saya kira suara hujan, ternyata rumah mau ambruk,” tutur Yuda, anak Vina, mengenang detik-detik menegangkan tersebut.

Berdasarkan data Stasiun Geofisika Balikpapan BMKG, gempa terjadi pada pukul 14.47.56 WIB.

Getarannya dirasakan cukup luas, membuat benda-benda ringan bergoyang dan menimbulkan sensasi seperti truk besar yang sedang melintas.

Di rumah Vina, getaran terasa sangat jelas.

“Pas gempa, rumah benar-benar bergetar. Setelah itu pondasinya banyak yang retak,” ungkap Yuda.

Baca juga: Gempa Tektonik M4,8 Guncang Sekadau Kalbar, Simak 8 Cara Hadapi Gempa Menurut BMKG

Kerusakan itu menumbuhkan kecemasan yang terus menghantui. 

Malam pascagempa menjadi malam tanpa tidur nyenyak bagi Vina.

Meski tubuhnya beristirahat, pikirannya terus siaga, dihantui kekhawatiran rumahnya tak lagi aman.

Firasat itu ternyata bukan tanpa alasan.

Sabtu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, suara mencurigakan kembali terdengar.

Vina dan Yuda sempat mengira hujan turun dengan deras, namun naluri mereka berkata lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved