Peran Emak-Emak Desa Pelapis Kuatkan Ekonomi Keluarga
Ibu-ibu tidak hanya berfokus pada peran domestik, tetapi juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan produktif yang mendukung pengembangan....
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
Ringkasan Berita:
- Sejumlah kegiatan dirancang khusus untuk melibatkan ibu-ibu Desa Pelapis sebagai pelaku utama UMKM.
- Berbagai kegiatan di Desa Pelapis merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Peran perempuan dalam menggerakkan perekonomian desa kian terasa di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.
Ibu-ibu tidak hanya berfokus pada peran domestik, tetapi juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan produktif yang mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Keterlibatan ini menjadi upaya nyata dalam memaksimalkan potensi wilayah pesisir sekaligus menambah pendapatan keluarga nelayan.
Salah satu pelaku langsung perubahan tersebut adalah Suaibah, Ketua Kelompok Pengolahan Bakso Ikan Desa Pelapis.
Ia mengungkapkan bahwa sebelum adanya kegiatan pengolahan ikan, ibu-ibu nelayan tidak memiliki aktivitas produktif saat musim paceklik.
“Dulu kalau tidak ada ikan, kami hanya di rumah. Sekarang, kami bisa tetap bekerja dan punya penghasilan tambahan. Waktu bakso buatan kami terjual, kami merasa senang dan semakin semangat,” ujarnya.
Kesadaran akan pentingnya peran perempuan inilah yang menjadi dasar bagi PT Dharma Inti Bersama (DIB) selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) dalam merancang program pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah kegiatan dirancang khusus untuk melibatkan ibu-ibu Desa Pelapis sebagai pelaku utama UMKM.
Salah satunya adalah pelatihan dan produksi bakso serta nugget ikan yang diikuti 64 istri nelayan dari tiga dusun.
Dalam satu kali produksi, kelompok ini mampu menghasilkan sekitar 86 kilogram bakso dan 45 kilogram nugget ikan, yang seluruhnya diserap oleh kawasan industri di Pulau Penebang.
Selain pengolahan bakso dan nugget, perempuan Desa Pelapis juga terlibat aktif dalam pengolahan hasil budidaya ikan lele.
Panen perdana pada awal Januari lalu menghasilkan sekitar 700 kilogram ikan lele.
Hasil panen tersebut kemudian dimarinasi untuk memperpanjang masa simpan, dikemas secara vakum, dan dipasarkan ke Pulau Penebang. Dari kegiatan ini, sebanyak 1.040 kemasan produk olahan lele berhasil terjual ke KIPP.
Sundusiyah dan Misnah, ibu rumah tangga dari Dusun Kelawar, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan marinasi lele.
Menurut mereka, kegiatan ini memberikan peluang baru bagi perempuan di desa.
| Wujudkan Impian Listrik Masyarakat Desa Pelapis Kayong Utara, PT DIB Serahkan Bantuan Genset |
|
|---|
| Dansatbrimob Polda Kalbar Pimpin Penen Jagung yang Ditanam di Lahan Tidur Ksatriaan Mako Satbrimob |
|
|---|
| Naik Dango Kalbar 2026, Tradisi Syukur Panen yang Satukan Masyarakat |
|
|---|
| Sinergi Pemkab Kayong Utara dan PT DIB, Program CSR Sentuh Anak Yatim dan Keluarga Prasejahtera |
|
|---|
| Gubernur Kalbar Ria Norsan Apresiasi Kepedulian Sosial PT Dharma Inti Bersama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Lele-marinasi-sebagai-produk-hasil-dari-pelatihan-pengolahan-334.jpg)