Kuota Ditambah Tapi Gas Tetap Langka di Sintang, Bupati Panggil Pertamina dan Agen
Jangan mengambil keuntungan berlebihan. Jangan menjual terlalu mahal. Aparat penegak hukum bisa masuk jika ada pelanggaran
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
Ringkasan Berita:
- Jangan mengambil keuntungan berlebihan. Jangan menjual terlalu mahal.
- Aparat penegak hukum bisa masuk jika ada pelanggaran. Konsumsi memang meningkat, tapi jangan sampai gas subsidi disalahgunakan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala memimpin langsung rapat koordinasi lintas sektor untuk membahas kelangkaan dan tingginya harga gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Sintang, Kamis kemarin di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang.
Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus, unsur Forkopimda, Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, tujuh agen LPG subsidi, serta kepala OPD terkait.
Namun, dari tujuh agen LPG yang melayani masyarakat Sintang, hanya tiga pemilik agen yang hadir langsung, sementara lainnya diwakili pengurus.
Kondisi ini memicu kekecewaan Bupati Sintang. Ia bahkan sempat mempertanyakan kelanjutan rapat karena menganggap kehadiran pemilik agen sangat penting dalam penyelesaian persoalan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Bala menegaskan bahwa rapat digelar sebagai respons atas banyaknya keluhan masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media massa dan media sosial, terkait sulitnya mendapatkan gas bersubsidi dengan harga wajar. Pemerintah daerah, kata dia, juga telah melakukan inspeksi mendadak di lapangan.
“Ini persoalan serius yang menyangkut kepentingan masyarakat. Kami memanggil Pertamina dan agen LPG subsidi karena masalah ini terjadi di tingkat distribusi antara agen dan masyarakat,” tegas Bala.
Dari sisi penegakan hukum, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Sintang, Okky Desvian, mengingatkan bahwa pengelolaan LPG 3 kilogram tidak semata urusan bisnis, melainkan juga penugasan negara karena menggunakan dana subsidi pemerintah.
“Di situ ada uang negara dari pajak rakyat. Kami tidak ingin ada kebocoran. Kuota LPG untuk Sintang normal bahkan ditambah, tapi faktanya masih langka dan mahal. Jika ingin murni berbisnis, silakan kelola gas non-subsidi,” tegasnya, seraya menegaskan kemungkinan penyelidikan bila ditemukan indikasi penyalahgunaan.
Sekda Sintang Kartiyus menambahkan, hingga Kamis pagi harga LPG 3 kilogram di Desa Baning Kota masih mencapai Rp45 ribu per tabung, padahal lokasinya berada di pusat kota.
Baca juga: Pertamina Pastikan Stok Gas LPG 3 Kg dan BBM Tersedia untuk Masyarakat Ambalau
“Jangan mengambil keuntungan berlebihan. Jangan menjual terlalu mahal. Aparat penegak hukum bisa masuk jika ada pelanggaran. Konsumsi memang meningkat, tapi jangan sampai gas subsidi disalahgunakan,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, rapat menyepakati akan digelar pertemuan khusus antara Pemerintah Kabupaten Sintang, Polres Sintang, Kejaksaan Negeri Sintang, Pertamina dan seluruh agen LPG subsidi untuk menormalkan distribusi serta menekan harga LPG 3 kilogram agar kembali sesuai ketentuan.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Pimpin Apel Pagi, Kapolres Sintang Tekankan Personel Disiplin dan Profesional dalam Laksanakan Tugas |
|
|---|
| Jalan Buluh Kuning–Nanga Libau Sintang Jadi Prioritas Pembangunan dari DBH Sawit Rp10 M Tahun 2026 |
|
|---|
| Takbir Akbar Idul Adha di Sintang, ICMI dan BKPUI Perkuat Syiar Islam dan Ukhuwah |
|
|---|
| Satbrimob Polda Kalbar Laksanakan Jumat Berbagi ke Sejumlah Warga di Kalimantan Barat |
|
|---|
| Pemkab Sintang Akan Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/LAGI-RAKOR-LPG.jpg)