Mahasiswa IAIN Meninggal

Kematian Janggal Rio Fanderi Mahasiswa IAIN Pontianak, Maman Setiawan: Harap Polisi Lebih Terbuka

Rio diketahui meninggal dunia pada 17 Juli 2025 setelah mengalami cedera serius di bagian kepala.

KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
MAHASISWA MENINGGAL - Rio Fanderi meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif dikabarkan karena terbentur di UKM Kampus. Pihak keluarga meminta polisi untuk lebih terbuka perihal kematian Rio Fanderi. 

Ringkasan Berita:
  1. Kepolisian menyatakan Rio Fanderi meninggal dunia akibat benturan keras dan dikategorikan sebagai kecelakaan murni.
  2. Meski demikian, pihak keluarga menilai masih ada kejanggalan, terutama terkait penyebab patah tulang tengkorak dan minimnya saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.
  3. Hingga Januari 2026, keluarga belum menerima informasi lanjutan atau pemanggilan resmi dari kepolisian terkait perkembangan kasus.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kematian Rio Fanderi (24), mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, masih meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi keluarga. 

Meski hasil autopsi telah disampaikan oleh pihak kepolisian, keluarga almarhum menilai masih ada sejumlah kejanggalan yang belum terjawab hingga kini.

Rio diketahui meninggal dunia pada 17 Juli 2025 setelah mengalami cedera serius di bagian kepala.

Baca juga: POLISI Bongkar Hasil Visum Rio Fanderi Mahasiswa IAIN Pontianak, Ibu Korban Ungkap Ada Hal Ganjil

Hasil autopsi yang diterima keluarga menyimpulkan bahwa kematian Rio disebabkan oleh benturan keras dan dikategorikan sebagai kecelakaan murni.

Paman almarhum, Maman Setiawan, mengatakan bahwa kesimpulan tersebut disampaikan langsung oleh pihak kepolisian kepada keluarga.

“Hasil autopsi dari polisi memang menyatakan kematian karena benturan atau kecelakaan murni,” ujar Maman saat dikonfirmasi, Senin 5 Januari 2026.

Meski demikian, Maman mengungkapkan bahwa hingga saat ini keluarga belum mendapatkan informasi lanjutan terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

“Untuk proses penyelidikannya, kami belum mendapat kabar lanjutan dan belum ada panggilan lagi dari penyidik,” katanya.

Baca juga: TITIK TERANG Kematian Rio Fanderi Mahasiswa IAIN Pontianak, Polisi Introgasi Saksi Kunci di Jakarta

Ia menambahkan, pihak keluarga juga belum kembali mendatangi Polresta Pontianak karena belum adanya undangan atau pemanggilan resmi dari kepolisian.

“Kami masih menunggu. Harapan kami, pihak kepolisian bisa lebih terbuka dan kasus ini segera dituntaskan, supaya keluarga mendapatkan kepastian,” ujarnya.

Di sisi lain, duka mendalam sekaligus kegelisahan masih dirasakan oleh ibu almarhum, Sri Azizah (46).

Ia mengaku belum sepenuhnya yakin dengan kesimpulan bahwa kematian putra sulungnya merupakan kecelakaan tunggal.

Sri mengatakan dirinya sempat mendatangi Polresta Pontianak pada 14 Oktober 2025 untuk meminta penjelasan langsung terkait hasil penyelidikan.

Namun, penjelasan yang diterima belum mampu menenangkan hatinya.

“Penyidik mengatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau barang bukti lain di lokasi kejadian, sehingga disimpulkan kecelakaan tunggal,” ujar Sri saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Senin 20 Oktober 2025.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved