Satgas Pangan Sintang Temukan Warung Makan Pakai Hingga 22 Tabung Gas Subsidi
Sidak ini dilakukan untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram oleh pelaku usaha.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Sintang, Subendi, menjelaskan bahwa sidak difokuskan pada sektor usaha yang berpotensi menggunakan gas bersubsidi secara tidak semestinya.
- Namun, hasil berbeda ditemukan di sejumlah warung makan dan tempat usaha kuliner. Tim Satgas Pangan mendapati masih banyak pelaku usaha yang menggunakan gas subsidi 3 kilogram, bahkan dalam jumlah besar.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Sintang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah peternakan ayam, rumah makan, restoran, dan warung kopi di Kota Sintang, Selasa 23 Desember 2025.
Sidak ini dilakukan untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram oleh pelaku usaha.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Sintang, Subendi, menjelaskan bahwa sidak difokuskan pada sektor usaha yang berpotensi menggunakan gas bersubsidi secara tidak semestinya.
“Untuk peternakan ayam yang kami datangi, ada dua lokasi dengan skala besar. Hasilnya, mereka sudah menggunakan gas non subsidi. Artinya, kami melihat langsung bahwa peternakan tersebut tidak menggunakan gas LPG subsidi 3 kilogram,” jelas Subendi.
Namun, hasil berbeda ditemukan di sejumlah warung makan dan tempat usaha kuliner. Tim Satgas Pangan mendapati masih banyak pelaku usaha yang menggunakan gas subsidi 3 kilogram, bahkan dalam jumlah besar.
“Di lapangan kami menemukan warung makan, restoran, dan warung kopi yang menggunakan gas bersubsidi 3 kilogram. Ada warung makan yang menggunakan hingga 22 tabung gas subsidi, ada yang 6 tabung, dan ada juga yang 3 tabung. Bahkan, ada usaha yang menggunakan gas subsidi dan non subsidi secara bersamaan,” ungkap Subendi.
Subendi menambahkan, bagi pelaku usaha yang kedapatan menggunakan gas subsidi, Pertamina langsung melakukan penukaran. Dua tabung gas non subsidi ditukar dengan satu tabung gas LPG 5,5 kilogram.
“Setiap pelanggaran yang kami temukan langsung kami tindaklanjuti dengan meminta pemilik usaha membuat pernyataan tertulis. Isinya, mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa dan tidak lagi menggunakan gas bersubsidi. Ke depan, kami akan lakukan pengawasan dan pembinaan lanjutan,” tegasnya.
Baca juga: Harga LPG 3 Kg Mahal di Tingkat Pengecer, Pemkab Sintang Tegaskan Stok Aman
Ia menegaskan, apabila ke depan masih ditemukan pelanggaran serupa, Satgas Pangan akan memberikan tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Subendi, sidak ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan mahalnya harga gas LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Sintang dalam sekitar satu pekan terakhir.
“Kami mendengar langsung keluhan masyarakat. Sidak ini kami lakukan untuk membantu masyarakat yang akan merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemerintah Kabupaten Sintang sebelumnya juga sudah melakukan langkah antisipasi dengan menggelar operasi pasar gas di tujuh lokasi pada awal Desember 2025,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Sintang juga telah mengajukan penambahan kuota gas LPG subsidi kepada Pertamina serta terus memantau distribusi gas hingga ke kecamatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan situasi ini untuk menimbun gas dan menjualnya dengan harga mahal ke warung-warung,” kata Subendi.
Sementara itu, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Sintang, Okky Desvian, menegaskan bahwa setiap temuan pelanggaran di lapangan harus ditindaklanjuti oleh Satgas Pangan.
“Jangan sampai hanya diam, sehingga esensi dari sidak ini tidak tercapai. Untuk sementara, surat peringatan dan surat pernyataan sudah cukup sebagai tindak lanjut awal dari hasil temuan,” ujar Okky Desvian. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| 65 Rider MBCI Rally 3rd Touring Lintas Negara dari Pontianak ke Malaysia dan Brunei |
|
|---|
| Kisah SMAN 1 Sambas Juara LCC 4 Pilar dan Wakili Kalbar ke Nasional, Bangga Tapi Diserang di Medsos |
|
|---|
| BUKAN CUMA TREN: Mengenal Padel, Olah Raga Baru jadi Gaya Hidup Urban Indonesia |
|
|---|
| Diduga Lalai, Tabrakan Beruntun Libatkan 4 Kendaraan di Jalan Diponegoro Pontianak |
|
|---|
| Sosialisasi MPR RI Jadi Momentum, Indang Maryati Dukung SMAN 1 Sambas ke Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ran-dan-warung-kopi.jpg)