Breaking News

Wabup Susana Buka Rakor dan Identifikasi Program Serta RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan

Susana Herpena membuka rapat koordinasi dan identifikasi program dan kegiatan rencana aksi daerah (RAD) Kelapa Sawit berkelanjutan

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
RAPAT KOORDINASI - Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena saat foto bersama usai membuka rapat koordinasi dan identifikasi program dan kegiatan rencana aksi daerah (RAD) Kelapa Sawit berkelanjutan Kabupaten Sanggau tahun 2025-2029 di Aula Hotel Harvey Sanggau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis 11 Desember 2025. Kegiatan dirangkai dengan peringatan hari perkebunan nasional ke-68 tahun 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Wabup Susana Herpena menyampaikan bahwa sektor kelapa sawit memang menjadi tulang punggung perekonomian daerah, lantaran menjadi penyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) sekitar 30 persen.
  • Sekitar 60 persen pendapatan masyarakat berasal dari perkebunan kelapa sawit.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena membuka rapat koordinasi dan identifikasi program dan kegiatan rencana aksi daerah (RAD) Kelapa Sawit berkelanjutan Kabupaten Sanggau tahun 2025-2029 di Aula Hotel Harvey Sanggau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis 11 Desember 2025. 

Kegiatan dirangkai dengan peringatan hari perkebunan nasional ke-68 tahun 2025.

Pada kesempatan ini, Wabup Susana Herpena menyampaikan bahwa sektor kelapa sawit memang menjadi tulang punggung perekonomian daerah, lantaran menjadi penyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) sekitar 30 persen, dan sekitar 60 persen pendapatan masyarakat berasal dari perkebunan kelapa sawit.

"Namun kita juga menyadari tantangan yang ada, mulai dari isu deforestasi, dampak sosial hingga tuntutan pasar global akan produk yang berkelanjutan yang memenuhi syarat RSPO dan ISPO,"katanya.

"Dan persyaratan utama peraturan deforestasi Uni Eropa yakni, berupa sertifikat Standar Global Sukarela untuk minyak sawit,  untuk memastikan industri sawit Indonesia memenuhi aspek lingkungan dan hukum,"tambahnya.

Baca juga: Kejari Sanggau Peringati Hakordia, Teguhkan Komitmen Bersama Lawan Korupsi

Susana menegaskan, Pemerintah daerah berkomitmen tinggi mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, lestari dan memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi Kabupaten Sanggau maju, berkelanjutan dan berkeadilan.

"Yang selaras dengan misi meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar di pedesaan, perkotaan dan perbatasan negara,"ujarnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved