Program Cek Kesehatan Gratis di Singkawang Capai 15 Persen
dr. Achmad Hardin, mengatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Singkawang tercatat total 38.365 warga hadir
Penulis: Widad Ardina | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Awalnya CKG ini diperuntukkan bagi yang berulang tahun. Tetapi dengan segala perkembangan, kata Hardin, boleh melakukan Cek Kesehatan Gratis untuk semua usia.
- Namun, kendalanya diakui Hardin dari total untuk Kota Singkawang, total target sasaran baru berjumlah 249.954 sasaran.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Kadinkes dan KB) Kota Singkawang, dr. Achmad Hardin, mengatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Singkawang tercatat total 38.365 warga hadir mengikuti pelayanan dari 249.954 sasaran, dengan capaian sebesar 15,35 persen.
Program ini sudah berlangsung sejak 10 Februari hingga 23 November 2025.
Awalnya CKG ini diperuntukkan bagi yang berulang tahun. Tetapi dengan segala perkembangan, kata Hardin, boleh melakukan Cek Kesehatan Gratis untuk semua usia.
"Jadi silakan masyarakat yang ingin cek kesehatan gratis bisa datang ke puskesmas terdekat," ucapnya, saat diwawancarai pada Rabu 26 November 2025.
Namun, kendalanya diakui Hardin dari total untuk Kota Singkawang, total target sasaran baru berjumlah 249.954 sasaran.
"Yang sampai ini baru kita melakukan pemeriksaan berjumlah 38.365. Berarti hanya baru sampai bulan November ini baru sampai 15,35 persen dari target," ungkapnya.
Padahal ditargetkan dapat mencapai 100 persen.
Sehingga, melihat capaian tersebut, Hardin mengajak masyarakat ataupun tenaga kesehatan khususnya puskesmas untuk aktif mengelar CKG di seluruh lingkungan baik di sekolah ataupun perkantoran.
"Tidak hanya pasif menunggu pasien itu datang. Kita juga selama ini bisa aktif melakukan kegiatan di luar gedung jemput bola. Jadi di sekolah, di kantor-kantor, di instansi, di perusahaan-perusahaan," katanya.
Baca juga: Warga Singkawang Tengah Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng
Hardin mengatakan kendala masyarakat melakukan CKG ini dipengaruhi beberapa faktor.
Diantaranya, kurang informasi dan sosialisasi serta edukasi yang disampaikan kepada masyarakat mengenai program CKG.
Kedua, pola pikir masyarakat yang lebih memilih melakukan pengobatan disaat sudah terjaring penyakit.
"Harus bisa mengubah mindset daripada masyarakat, pengetahuan bahwa ini akan mencegah itu lebih baik daripada mengobati," ucapnya.
Sehingga lanjutnya, masyarakat itu bisa lebih antusias datang ke fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.
"Kalau kita menemukan ada faktor risiko kita lebih bisa mengantisipasi supaya faktor risiko itu tidak menjadi penyakit yang lebih lanjut," lanjutnya.
| Keluarga Pasien Kecewa, RSUD Sambas Klarifikasi Kejadian Pasien Melahirkan di Teras Rumah |
|
|---|
| 6 SMP di Kecamatan Belitang Hilir Sekadau Kalbar 2026 Lengkap Alamat |
|
|---|
| Kunker ke Kapuas Hulu, Ini Saran Kakanwil DJPb Kalbar ke Bupati di Kondisi Efesiensi Anggaran |
|
|---|
| DPRD Pontianak Soroti Sekolah Swasta Favorit Penuh Sejak Dini, Negeri Jadi Fokus Pembahasan |
|
|---|
| BPN Landak Siap Jembatani Masyarakat Yang Bersengketa Tanah Dengan PT MBS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Achmad-Hardin-saat-diwawanca.jpg)