Terima SHM, Warga Transmigrasi Tanjung Satai Harap Pemerintah Perbaiki Jalan dan Atasi Banjir
“Terima kasih kepada Bapak Kementerian Pusat yang telah menerbitkan sertifikat ini. Mudah-mudahan ke depan bisa jadi modal untuk kemajuan kami
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Rasa syukur terpancar dari wajah warga Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) SP3 Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara. Mereka baru saja menerima Sertifikat Hak Milik (SHM) dari pemerintah, sebuah dokumen yang selama ini dinantikan sebagai bukti kepastian hak atas lahan.
Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, kepada para warga transmigrasi. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kayong Utara, Jalan Tanjung Pura, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, pada Sabtu 18 Oktober 2025.
Sukarjo (51), merupakan satu diantara warga transmigrasi penerima SHM dari SP3, Tanjung satai, mengaku bahagia dan berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Ia berharap sertifikat yang diterima dapat menjadi langkah awal menuju kesejahteraan warga.
“Terima kasih kepada Bapak Kementerian Pusat yang telah menerbitkan sertifikat ini. Mudah-mudahan ke depan bisa jadi modal untuk kemajuan kami, bahkan bisa digunakan sebagai agunan di bank untuk usaha,” ujarnya.
• Transmigran Kayong Utara Kini Sukses Kelola Sawit dan Walet
Pria asal Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu telah menjadi bagian dari program transmigrasi sejak tahun 2018. Selama tujuh tahun tinggal di SP3 Tanjung Satai, ia melihat banyak kemajuan, namun juga masih ada tantangan yang perlu diperhatikan pemerintah.
“Kalau di tempat kami, Jalan Poros baru separuh yang diaspal. Jalan-jalan kecil menuju rumah warga masih rusak, bahkan jembatan pun ada yang hancur. Akses ke ladang kedua juga belum terbuka, masih hutan belantara,” ungkapnya.
Sukarjo juga menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda kawasan transmigrasi akibat saluran air yang tersumbat.
“Yang paling penting itu tanggul harus diperkuat, sungai diperlebar dan diperdalam supaya air tidak masuk ke pemukiman. Kalau hujan semalam saja, air bisa tergenang sampai seminggu karena paritnya sempit dan tersumbat,” tuturnya.
Meski begitu, ia tetap optimistis kawasan transmigrasi SP3 akan terus berkembang jika infrastruktur dasar mendapat perhatian lebih.
“Harapan kami sederhana saja, semoga warga TRAN SP3 tidak lagi kebanjiran dan bisa hidup lebih sejahtera,” pungkasnya dengan nada penuh harap. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Sertifikat Hak Milik
Tanjung Satai
Transmigrasi
Kayong Utara
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Kalbar
Kalimantan Barat
Minggu 19 Oktober 2025
| Agroforestri di Kubu Raya Jadi Solusi Rehabilitasi Hutan dan Ekonomi Warga |
|
|---|
| Untan Gelar Kuliah Umum Ekonomi Kreatif, Dorong Mahasiswa Kembangkan Ide Jadi Kekuatan Ekonomi |
|
|---|
| Layanan Bus SIM Keliling Polres Landak Mulai Beroperasi |
|
|---|
| Wali Kota Singkawang Dukung Gawe Dayak Naik Dango ke-26, Ajak Masyarakat Turut Partisipasi |
|
|---|
| Sekda Kalbar Soroti Polemik LCC 4 Pilar, Minta Dewan Juri Berlaku Adil dan Objektif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/penerima-SHM234ew.jpg)