MengEMASkan Indonesia Bersama Pegadaian dari Batas Negeri 

"Dengan semua kelebihan tersebut, masyarakat perbatasan kini memiliki sarana investasi yang aman, fleksibel, dan menguntungkan,” tutup Wahyu.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRI PANDITO WIBOWO
LAYANAN PEGADAIAN - Nasabah melakukan transaksi layanan pegadaian, di Pegadaian Cabang Pontianak, Jalan Hos. Cokroaminoto, Kota Pontianak, Selasa, 30 September 2025. 

Selain itu, layanan ini juga memudahkan masyarakat yang sering bertransaksi lintas batas dengan Malaysia, karena bisa dilakukan secara online tanpa harus datang langsung ke outlet.

Wahyu menambahkan, tabungan emas juga menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan konvensional.

“Untuk membuka tabungan emas, nasabah hanya membutuhkan KTP dan uang untuk ditabung menjadi emas. Saat ingin mencairkan atau melakukan buyback, nasabah bisa langsung bertransaksi di outlet atau secara online. Saldo emas yang dimiliki juga bisa dijadikan agunan apabila nasabah membutuhkan dana mendadak,” jelasnya.

Keuntungan utama tabungan emas bagi masyarakat perbatasan, menurut Wahyu, adalah fleksibilitas transaksi sekaligus jaminan agunan. Layanan ini bahkan dapat mendukung ketahanan ekonomi keluarga melalui fitur deposito emas, yang membantu masyarakat menjaga dan mengembangkan nilai aset mereka.

Selain itu, sistem saldo emas yang dilengkapi asuransi juga mengurangi risiko kehilangan atau pencurian sebagaimana kerap terjadi pada penyimpanan emas secara tradisional. 

"Dengan semua kelebihan tersebut, masyarakat perbatasan kini memiliki sarana investasi yang aman, fleksibel, dan menguntungkan,” tutup Wahyu.

Antusiasme Kalimantan Barat Hingga 28 September 2025, PT Pegadaian Kalimantan Barat mencatat 19.762 nasabah Tabungan Emas dengan saldo minimal 0,5 gram. Saat ini, layanan Pegadaian telah hadir di 12 kantor cabang dan 98 outlet di seluruh wilayah Kalbar.

Deputy Bisnis PT Pegadaian Kalbar, Abdul Lafaz Isnainy, menjelaskan bahwa sejak Februari lalu, Pegadaian telah meluncurkan Bank Emas atau Bullion Bank, yang diresmikan langsung oleh Presiden RI. Hal ini menjadikan Pegadaian sebagai pionir bank emas pertama di Indonesia.

“Kalau dulu nasabah hanya bisa menggadai atau membeli emas secara fisik, sekarang Bank Emas menghadirkan produk tambahan, seperti deposito emas mulai 5 gram, pembiayaan modal kerja bagi produsen emas, hingga layanan penyimpanan emas skala besar untuk korporasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh layanan dapat diakses baik melalui outlet Pegadaian maupun secara digital. Saat ini, Pegadaian tengah mempersiapkan aplikasi baru bernama Tring, yang akan resmi diluncurkan Oktober 2025 menggantikan Pegadaian Digital Service (PDS).

“Lewat aplikasi, nasabah bisa membeli emas mulai dari Rp10 ribu. Jadi masyarakat tidak perlu menunggu punya Rp2 juta untuk membeli satu gram emas. Rp10 ribu sudah bisa dikonversi ke tabungan emas,” ungkapnya.

Abdul Lafaz juga menegaskan bahwa emas di Pegadaian memiliki keunggulan dari sisi murah, mudah, aman, dan nyaman, mengingat Pegadaian telah beroperasi lebih dari 121 tahun.

Sejak deposito emas dibuka pada Maret lalu, Pegadaian Kalbar mencatat total simpanan emas mencapai 25 kilogram. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi terhadap produk baru tersebut.

“Emas terbukti tahan terhadap inflasi. Uang Rp1 juta di tahun 2000 sudah jauh berbeda nilainya dengan sekarang, tapi emas justru meningkat. Karena itu, Pegadaian berharap seluruh masyarakat bisa menjadikan emas sebagai pelindung nilai aset mereka. Sesuai dengan slogan kami: Mengemaskan Indonesia 2040,” pungkas Abdul Lafaz Isnainy. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved