Berita Viral

Terungkap! Alasan Meta PHK 8.000 Karyawan, Terancam Bangkrut?

Terungkap alasan sebenarnya Meta resmi melakukan Layoff atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 8 ribu karyawannya.

Editor: Rizky Zulham
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY ZULHAM
PHK - Ilustrasi korban PHK. Terungkap alasan sebenarnya Meta resmi melakukan Layoff atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 8 ribu karyawannya. 

Januari 2026 lalu, perusahaan yang dulu bernama Facebook tersebut memangkas sekitar 10 persen karyawan yang mengerjakan proyek Metaverse. Sekitar 1.000 orang terdampak PHK pada saat itu.

Kemudian pada Maret 2026, Meta juga memberhentikan ratusan pekerja di divisi Facebook, Reality Labs, operasi global hingga penjualan.

Pada saat yang sama, raksasa media sosial ini menyatakan akan mengganti vendor atau kontraktor pihak letiga yang menangani tugas moderasi konten, ke AI, dihimpun KompasTekno dari CNBC.

Amazon, Microsoft dan Atlassian juga PHK

Selain Meta, gelombang PHK juga masih dialami perusahaan teknologi lainnya beberapa waktu belakangan ini. Pada Januari lalu, Amazon mengumumkan rencana PHK terhadap sekitar 16.000 pekerja.

Microsoft belum lama ini juga menawarkan program resign sukarela bagi karyawannya di AS.

Atlassian, perusahaan asal Australia yang dikenal lewat produk Jira, Confluence, dan Trello juga memangkas sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya, atau sekitar 1.600 karyawan.

CEO Atlassian, Mike Cannon-Brookes, mengatakan keputusan ini merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan untuk meningkatkan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) sekaligus memperkuat bisnis penjualan ke segmen enterprise.

Selain itu, langkah ini juga disebut perlu untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan dan menyesuaikan strategi kerja agar lebih cepat dan efisien di era AI.

Meski begitu, Atlassian menegaskan bahwa PHK ini bukan berarti AI sepenuhnya menggantikan peran karyawan yang terdampak.

Baca juga: Pengamat Soroti Kenaikan BBM Non Subsidi, PHK di Kalbar Berpotensi Bertambah

Menurut Mike, AI lebih banyak mengubah alur kerja, kebutuhan keterampilan, dan jumlah posisi yang dibutuhkan di beberapa bidang, sehingga perusahaan merasa perlu beradaptasi.

Semoga informasi ini bermanfaat.

# Berita Viral

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved