Ragam Contoh

Cuaca Panas Ternyata Bisa Mengganggu Otak, Begini Penjelasan Para Ahli

Tubuh manusia memiliki mekanisme khusus yang memungkinkan suhu tubuh tetap stabil meskipun lingkungan sekitar mengalami perubahan suhu

Tayang:
KOLASE/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
PANAS- Berdasarkan berbagai penelitian yang dikutip dari sumber kesehatan internasional, paparan suhu panas yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan antara tubuh dan pikiran.  

Kadar kortisol yang meningkat berpotensi memicu rasa cemas, gelisah, serta menurunkan kenyamanan psikologis seseorang.

55 Soal IPAS Kelas 5 SD Semester Genap dan Kunci Jawaban, Cocok untuk Latihan PAS

Cuaca Panas Bisa Menurunkan Konsentrasi

Tidak hanya memengaruhi emosi, suhu panas juga berdampak pada kemampuan kognitif otak. 

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisi panas berlebih dapat menurunkan kemampuan seseorang dalam berkonsentrasi, mengingat informasi, memecahkan masalah, hingga mengambil keputusan.

Inilah sebabnya mengapa banyak orang merasa lebih sulit bekerja, belajar, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi ketika cuaca sedang sangat panas. 

Otak harus membagi energinya untuk membantu tubuh mempertahankan suhu yang normal sehingga kemampuan berpikir tidak dapat bekerja secara optimal.

Mengenal Sistem Termoregulasi Tubuh

Agar suhu tubuh tetap stabil, tubuh manusia memiliki sistem pengaturan suhu yang disebut termoregulasi. 

Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa disadari dan melibatkan berbagai organ tubuh, termasuk otak, jantung, pembuluh darah, serta kelenjar keringat.

Ketika tubuh mendeteksi suhu lingkungan yang tinggi, pembuluh darah di dekat permukaan kulit akan melebar atau mengalami vasodilatasi. 

Pelebaran pembuluh darah ini memungkinkan lebih banyak darah mengalir ke permukaan kulit sehingga panas dari dalam tubuh dapat dilepaskan ke lingkungan sekitar.

Akibat meningkatnya aliran darah tersebut, jantung harus bekerja lebih cepat untuk menjaga sirkulasi darah tetap optimal. 

Karena itulah seseorang sering merasakan detak jantung yang lebih cepat saat berada di lingkungan yang sangat panas.

Selanjutnya, otak akan mengaktifkan jutaan kelenjar keringat yang tersebar di seluruh tubuh. Keringat yang keluar ke permukaan kulit kemudian menguap dan membantu menurunkan suhu tubuh secara alami.

Mengapa Kita Menjadi Haus Saat Cuaca Panas?

Produksi keringat yang meningkat menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Untuk mencegah terjadinya dehidrasi, otak akan mengirimkan sinyal berupa rasa haus agar seseorang segera minum dan menggantikan cairan yang hilang.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved