Ragam Contoh
Cuaca Panas Ternyata Bisa Mengganggu Otak, Begini Penjelasan Para Ahli
Tubuh manusia memiliki mekanisme khusus yang memungkinkan suhu tubuh tetap stabil meskipun lingkungan sekitar mengalami perubahan suhu
Ringkasan Berita:
- Banyak orang cenderung menjadi lebih mudah marah, tersinggung, cemas, atau mengalami peningkatan tingkat stres saat berada dalam kondisi panas berkepanjangan.
- Fenomena ini terjadi karena suhu panas dapat memengaruhi aktivitas jaringan saraf serta hubungan antarsel di dalam otak.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID-Saat suhu udara meningkat, sebagian besar orang akan merasakan berbagai perubahan pada tubuh, seperti berkeringat lebih banyak, merasa haus, mudah lelah, hingga muncul rasa gerah yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Namun, tahukah Anda bahwa cuaca panas ternyata tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga dapat berdampak pada cara kerja otak dan kesehatan mental seseorang?
Tubuh manusia memiliki mekanisme khusus yang memungkinkan suhu tubuh tetap stabil meskipun lingkungan sekitar mengalami perubahan suhu yang cukup ekstrem.
Sistem ini dikenal dengan istilah termoregulasi, yaitu kemampuan tubuh dalam menjaga suhu internal agar tetap berada pada kondisi ideal.
Meski demikian, ketika suhu lingkungan terlalu panas, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keseimbangan tersebut.
Kondisi inilah yang pada akhirnya dapat memengaruhi fungsi otak, suasana hati, hingga kemampuan seseorang dalam berpikir dan berkonsentrasi.
• Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran, Desa Kuala Behe Bentuk Tim Penyusun RKPDes 2027
Bagaimana Panas Memengaruhi Otak?
Berdasarkan berbagai penelitian yang dikutip dari sumber kesehatan internasional, paparan suhu panas yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan antara tubuh dan pikiran.
Banyak orang cenderung menjadi lebih mudah marah, tersinggung, cemas, atau mengalami peningkatan tingkat stres saat berada dalam kondisi panas berkepanjangan.
Fenomena ini terjadi karena suhu panas dapat memengaruhi aktivitas jaringan saraf serta hubungan antarsel di dalam otak.
Panas juga berpengaruh terhadap neurotransmiter, yaitu zat kimia yang berfungsi sebagai pengantar pesan antar sel saraf sehingga otak dapat menjalankan berbagai fungsi penting.
Beberapa neurotransmiter yang terlibat dalam proses ini antara lain serotonin, dopamin, dan norepinefrin.
Ketiga zat tersebut memiliki peran penting dalam mengatur suasana hati, tingkat energi, motivasi, hingga kemampuan tubuh beradaptasi terhadap perubahan suhu.
Saat tubuh mengalami tekanan akibat panas, produksi dan aktivitas neurotransmiter dapat berubah.
Akibatnya, seseorang menjadi lebih sensitif secara emosional, mudah tersinggung, atau mengalami perubahan suasana hati yang tidak biasa.
Selain itu, suhu panas juga dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang dikenal sebagai hormon stres.
Waspada Cuaca Panas
Cuaca panas tagihan listrik naik
Penyebab Cuaca Panas BMKG
Penyebab Cuaca Panas dan Terik
Cuaca Panas
cuaca panas ekstrem
dampak cuaca panas pada otak
fungsi termoregulasi tubuh
penyebab sulit fokus saat panas
| 50 Soal PAS Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Lengkap Kunci Jawaban Kurikulum Merdeka 2026 |
|
|---|
| 80 Soal IPAS Kelas 5 SD Semester Genap: Pernapasan, Pendengaran, dan Pencernaan |
|
|---|
| Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Cair Bulan Juni, Cek Status Penerima |
|
|---|
| Aturan OSN Tingkat Kabupaten/Kota 2026, Daftar Pelanggaran yang Berujung Diskualifikasi |
|
|---|
| 707 Ribu Siswa Terima KJP Plus 2026, Cek Besaran Dana dan Fasilitas Gratis yang Didapat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Apakah-Cuaca-Panas-Bisa-Menyebabkan-Sakit-Bahaya-Suhu-Panas-yang-Mengancam.jpg)