Hari Suci Siwaratri

Hari Suci Siwaratri 2026, Momentum Introspeksi dan Penyucian Diri Umat Hindu

Tahun ini, umat Hindu kembali merayakan Siwaratri pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Tayang:
Editor: Dhita Mutiasari
kemenag
HARI SUCI SIWARATRI - Umat Hindu gelar persembahyangan Hari Suci Siwaratri di Candi Prambanan, Jumat (20/1/2023). Tahun ini, umat Hindu kembali merayakan Siwaratri pada Sabtu, 17 Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Hari Raya Siwaratri merupakan salah satu hari suci umat Hindu yang memiliki makna spiritual mendalam sebagai malam perenungan dan peleburan kegelapan diri. 
  • Pada tahun 2026, Siwaratri diperingati pada Sabtu, 17 Januari 2026, dan dirayakan setahun sekali berdasarkan kalender Isaka, tepatnya pada panglong ping 14 sasih Kepitu atau sehari sebelum Tilem.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -  Hari Raya Siwaratri merupakan salah satu hari suci dalam agama Hindu yang memiliki makna spiritual mendalam.

Jika dalam kalender masehi jatuh setiap bulan Januari.

Tahun ini, umat Hindu kembali merayakan Siwaratri pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Merujuk pada situs resmi Universitas Udayana, Hari Siwaratri merupakan hari suci yang digelar setiap setahun sekali berdasarkan kalender Isaka yaitu pada purwaning Tilem atau panglong ping 14 sasih Kepitu (bulan ke tujuh) dalam perhitungan kalender bali sebelum bulan mati (tilem).

Tujuan adanya hari ini yaitu untuk pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Dewa Siwa.

Siwaratri berasal dari dua kata yakni Siwa berarti baik hati, suka memaafkan, memberi harapan dan membahagiakan. Sementara Ratri artinya malam atau dapat juga diartikan kegelapan. 

Baca juga: KALENDER Maret 2026 Masehi, Hijriah, dan Jawa: Cek Tanggal Merah, Ada Libur Nyepi dan Idul Fitri!

Dengan demikian pada Hari Siwaratri orang-orang Hindu Bali melakukan ritual yang dapat diartikan sebagai malam pelebur kegelapan dalam diri dan hati untuk menuju jalan yang lebih terang atau lebih baik. 

Dikutip dari situs Disbud Buleleng, kata "Siwaratri" berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu "Siwa" yang berarti baik hati, suka memaafkan, memberikan harapan, dan membahagiakan, serta "Ratri" yang berarti malam atau kegelapan. 

Secara keseluruhan, Siwaratri dapat diartikan sebagai malam pelebur kegelapan dalam diri, yang membawa umat Hindu menuju jalan yang lebih terang dan suci.  

Waktu Pelaksanaan Hari Suci Siwaratri   

Hari Raya Siwaratri dirayakan setahun sekali berdasarkan kalender Isaka, tepatnya pada purwaning Tilem atau panglong ping 14 sasih Kepitu (bulan ketujuh) sebelum bulan mati (Tilem).

Dalam kalender Masehi, Siwaratri biasanya jatuh pada bulan Januari.  

Pada malam suci ini, umat Hindu percaya bahwa Hyang Siwa sedang beryoga, sehingga menjadi waktu yang sangat baik untuk melakukan perenungan, pemujaan, dan penyucian diri.

Siwaratri juga sering dianggap sebagai malam untuk introspeksi dan memohon pengampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan, dengan harapan mendapat tuntunan menuju kehidupan yang lebih baik.  

Makna Spiritualitas Siwaratri   

Siwaratri sering disebut sebagai malam perenungan suci. U mat Hindu memanfaatkan momen ini untuk mendekatkan diri secara spiritual kepada Hyang Siwa, menyatukan atman (jiwa individu) dengan paramatman (jiwa universal).

Kisah Lubdaka yang ditulis oleh Empu Tanakung menjadi salah satu dasar pemaknaan Siwaratri sebagai malam peleburan dosa.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved