Bisnis dan Investasi

Intip Saham Rekomendasi yang Diuntungkan Imbas Perang AS Vs Iran

Intip rekomendasi saham yang paling diuntungkan imbas perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Editor: Rizky Zulham
ISTIMEWA/Dok. Kompas.com
HARGA SAHAM - ilustrasi grafik pergerakan harga saham. Intip rekomendasi saham yang paling diuntungkan imbas perang antara Amerika Serikat dan Iran. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Intip rekomendasi saham yang paling diuntungkan imbas perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran menambah ketidakpastian ekonomi yang akan melemahkan pasar saham.

Namun, tidak semua saham bakal tertekan oleh perang.

Berikut saham-saham yang diprediksi untung karena perang AS vs Iran.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, pecahnya konflik AS-Israel dan Iran menjadi sentimen negatif jangka pendek bagi pasar, termasuk IHSG.

Baca juga: Rekom Harga Saham Pilihan Analis Terbaru 3 Maret 2026, IHSG Berpeluang Rebound

Setiap eskalasi geopolitik besar umumnya memicu aksi risk-off di pasar global, terutama pada awal perdagangan setelah akhir pekan.

Risiko tekanan pada awal sesi perdagangan Senin (2/3/2026) terbuka lebar. Pasar akan merespons lonjakan harga minyak dunia dan penguatan aset safe haven seperti emas dan dolar AS.

"Tetapi untuk panic selling besar-besaran, kemungkinannya relatif terbatas kecuali terjadi eskalasi lanjutan yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, seperti gangguan serius pasokan energi dunia," ungkap Reza, Minggu 1 Maret 2026.

Sektor Komoditas Bisa Jadi Penahan IHSG

Perlu dicatat, struktur IHSG cukup banyak ditopang saham berbasis komoditas.

Dalam kondisi geopolitik memanas, kenaikan harga minyak dan emas justru berpotensi menjadi penahan pelemahan indeks.

Saham energi dan emas biasanya mendapat sentimen positif ketika harga komoditas global naik. Hal ini dapat mengimbangi tekanan pada sektor lain seperti perbankan dan konsumer.

Artinya, meskipun tekanan global meningkat, komposisi sektor komoditas membuat IHSG relatif lebih tahan dibanding indeks yang bertumpu pada sektor teknologi atau manufaktur.

Analisis Teknikal: Uji Support 8.214

Senior Technical Analyst Panin Sekuritas, Mayang Anggita, menjelaskan secara teknikal IHSG tengah menguji support neckline pola Double Bottom di level 8.214 dan ditutup dengan pola Hammer.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved