Berita Viral

Kenali Covid-19 Varian Baru Kini Muncul Sensasi Berbeda dengan Gejala Unik dan Khas

Editor: Rizky Zulham
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VAKSINASI - Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Kenali Covid-19 varian terbaru kini muncul dengan gejala yang unik dan khas hingga membuat pasien mengalami sensasi berbeda.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kenali Covid-19 varian terbaru kini muncul dengan gejala yang unik dan khas hingga membuat pasien mengalami sensasi berbeda.

Penyakit Covid-19 ternyata belum sepenuhnya hilang dari dunia.

Sekarang, varian baru dengan kode NB.1.8.1 atau Nimbus telah muncul dengan gejala unik yang khas.

Covid-19 varian Nimbus ini pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat pada Maret 2025.

Virus ini jelas tidak berkembang dari sana, karena kasusnya muncul dari turis internasional.

Viral Gejala Covid-19 Varian Baru, Kini Pasien Alami Rasa Sakit Seperti Menelan Kaca Pecah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mulai memasukkan NB.1.8.1 atau Nimbus ke dalam variran virus penyakit yang sedang dipantau.

WHO meyakini bahwa varian Covid-19 ini memiliki kemampuan penyebaran yang cepat secara global, serta mutasi proteinnya dapat mempengaruhi metode penularan.

Baru-baru ini, gejala khas Covid-19 varian Nimbus mulai terdeteksi dan bisa menjadi peringatan dini.

Melansir laporan Times of India hari Minggu (15/6), seorang pasien yang terjangkit Nimbus mengeluhkan sakit tenggorokan yang sangat parah. 

Sang pasien mendeskripsikan, rasa sakitnya seperti menelan pecahan kaca sehingga dirinya sulit menelan makanan dan minuman bahkan berbicara.

Mohamed Imran Lakhir, Direktur dan Kepala Apoteker di Prescription Doctor, menjelaskan bahwa dirinya juga mendapatkan pasien dengan gangguan tenggorokan yang parah.

Mengutip North Wales, Lakhir menjelaskan bahwa pasiennya merasa ada sayatan pisau di tenggorokan.

"Biasanya mereka merasakan sakit tenggorokan yang parah, merasa kelelahan, batuk, demam, nyeri otot, dan hidung tersumbat.

Beberapa juga mengalami gangguan pencernaan seperti mual dan diare.

Hal ini tidak umum terjadi pada varian Covid-19 sebelumnya," kata Lakhir pada hari Jumat (13/6).

Halaman
12

Berita Terkini