"Setiap malam, kami menyediakan sekitar 3.000 kupon, menyesuaikan dengan perkiraan jumlah jamaah dari tahun sebelumnya," ungkap Eza.
Namun, jika ada sisa nasi sahur, panitia juga menyiapkan pembagian sahur bagi jamaah yang tidak memiliki kupon.
“Kami tetap memastikan semua jamaah bisa mendapatkan sahur jika masih ada stok,” kata Eza.
Penanggung Jawab Bidang Keamanan, Irsy menambahkan, bahwa antusiasme masyarakat untuk beritikaf di Masjid Raya Mujahidin terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Tahun ini, pada hari pertama saja, jumlah jamaah sudah melebihi seribu orang, padahal tahun sebelumnya belum mencapai angka tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, Irsy mengatakan bahwa pada malam ke-23 Ramadan, jumlah jamaah hampir menyentuh angka 3.000 orang. Malam ke-27 Ramadan menjadi malam terpadat, di mana ribuan umat Islam memadati masjid ini, berburu malam Lailatul Qadar yang penuh berkah.
"Setelah melaksanakan itikaf, jamaah dapat menunaikan ibadah sahur dengan menukarkan kupon dan menikmati hidangan di halaman Masjid Raya Mujahidin," pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!