"Tidak ada akses jalan (darat) dan sinyal yang membuat guru tidak betah tugas di sini. Ini adalah kampung terakhir di jalur sungai kayan yang memang aksesnya sangat sulit itu yang buat guru tidak betah tinggal di sini," ungkap Noven.
Selain itu, anak-anak yang masih sekolah ke SDN 06 Induk di Desa Nanga Masau juga harus melewati riam penuh batu yang sulit selama satu jam.
"Kalau mau sekolah mereka harus ke pusat desa Nanga masau ke SDN 6 yang jaraknya kurang lebih 1 jam lebih melalui riam besar," ujar Noven.
Noven berharap, Presiden Prabowo Subianto bisa memperhatikan pendidikan anak-anak di pedalaman Sintang.
"Harapan besar bagi kami supaya pemerintah mau memperhatikan adik adik kami supaya bisa bersekolah. Kita berharap kepada presiden prabowo dapat memperhatikan anak anak pelosok melalui program apapun. Kami berharap, agar ada guru PNs yang mau ditempatkan di sini. Ini adalah generasi bangsa yang harus diperhatikan. Bisa belajar dan meraih pendidika yang layak," harapnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!