TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Perempuan yang sedang haid juga wajib mengqada puasa Ramadan, namun tidak dengan salat.
Diketahui, perempuan yang sedang haid tidak boleh berpuasa, salat, dan membaca Al-Qur'an.
Perempuan yang sedang haid tetap bisa melakukan amalan di bulan Ramadan untuk mendapatkan pahala dan berkah.
Larangan tersebut berdasarkan pertanyaan Mu'adzah juga kepada Aisyah RA:
"Kenapa gerangan wanita yang haid mengqada puasa dan tidak mengqada salat?"
Aisyah menjawab, "Apakah kamu dari golongan Haruriyah? Aku (Mu'adzah) menjawab, "Aku bukan Haruriyah, namun aku hanya bertanya."
Aisyah menjawab, "Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqada puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqada salat," (H.R. Muslim).
• Cegah Bau Mulut dengan 7 Tips Ini, Lakukan Agar Mulut Bersih dan Segar Saat Puasa
Kendati demikian, masa haid tidak menghalangi perempuan untuk melakukan amalan-amalan lain di bulan Ramadan.
Berikut amalan-amalan di bulan Ramadan bagi perempuan yang haid.
1. Berzikir
Keutamaan perempuan yang haid tetap diperbolehkan untuk berzikir.
Dengan demikian, meskipun masa haid berlangsung, ia tetap banyak mengingat Allah SWT.
Kebolehan ini berdasarkan hadis Nabi Saw:
"Kami diperintahkan supaya menyuruh keluar para perempuan yang dipingit dalam rumah untuk keluar pada hari raya, bahkan perempuan yang sedang haid."
"Mereka mengucapkan takbir mengikuti takbirnya kaum laki-laki, dan berdoa mengikuti kaum laki-laki dengan mengharap barakah dan kesucian hari raya tersebut (HR Bukhari Muslim).