Kalbar Sukses Kendalikan Inflasi, Sutarmidji Rutin Kaji Pergerakan Harga dan Pilih 2 Kebijakan Tepat

Editor: Syahroni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Jokowi berbincang dengan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa 9 Agustus 2022. Presiden kemudian menuju Kabupaten Mempawah dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kalbar sangat baik dalam pengendalian inflasi bahkan mendapatkan insentif dari pemerintah pusat karena sukses mengendalikan inflasi atau harga kebutuhan pokok.

Menurut Presiden Jokowi saat kunjungannnya di Pontianak, Selasa 29 November 2022 tak hanya di Indonesia juga di dunia saat ini yang menjadi masalah adalah kenaikan harga-harga.

Kalbar terbilang sukses mengendalikan inflasi dengan menjaga kestabilan harga-harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

Ini Alasan Sutarmidji Harap Rute Penerbangan Pontianak-Kuching dan Pontianak KL Kembali Dibuka

Presiden Jokowi setelah meninjau Pasar Kemuning di Pontianak untuk mengetahui harga-harga kebutuhan pokok mengakui pengendalian inflasi di Kalbar cukup baik.

Menurut Gubernur Kalbar, Sutarmidji ia memang konsen terhadap pengendalian inflasi di Kalbar.

Ada tiga daerah yang dihitung inflasinya yaitu Pontianak, Singkawang dan Sintang.

Terkendalinya inflasi di Kalbar dan Pontianak tak terlepas dari kerja keras yang dilakukan Gubernur Kalbar, Sutarmijdi.

Dalam pengendalian inflasi, Mantan Wali Kota Pontianak itu bahkan setiap tiga hari sekali selalu mengevaluasi pergerakan harga-harga kebutuhan masyarakat.

“Saya ikuti inflasi itu perminggu bahkan pertiga hari. Setiap Senin, Selasa dan Rabu serta Kamis, Jumat dan Sabtu saya harus mengetahui tren harga pasar dengan data-data yang akurat sehingga bisa mengambil kebijakan yang tepat,” ucap Sutarmidji saat diwawancarai Tribun Pontianak, Selasa 29 November 2022.

Dalam pengendalian inflasi di Kalbar, Sutarmidji memfokuskan pada dua kebijakan.

Pertama melakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok yang ada.

BREAKING NEWS - Gubernur Sutarmidji Tetapkan UMP Kalbar 2023 Rp 2.608.601,75

Kedatangan Presiden RI, Joko Widodo bersama rombongan di Bandara Internasional Supadio jam 08.09 Wib disambut Kapolri Jendral Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, S.H, M. Hum, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Sulaiman Agusto, S.I.P., M.M., Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs. Suryanbodo Asmoro, M.M. dan Danlanud Supadio Marsma TNI Deni Hasoloan Simanjuntak, Selasa 29 November 2022 (Dok. Polres Kubu Raya)

Selanjutnya Pemprov Kalbar memberikan bantuan paket sembako pada masyarakat yang tidak mampu.

Sejauh ini sudah 43 ribu paket sembako yang disalurkan Pemprov Kalbar pada masyarakat.

Anggaran yang digunakan dalam memberikan bantuan paket sembako tersebut juga dari insentif pemerintah pusat karena Kalbar baik dalam penanganan inflasinya sehingga terkendali.

Variable-variable inflasi lainnya menurut Sutarmidji sejauh ini membaik semua termasuk angka kemiskinan serta pengangguran terbuka juga turun.

Bahkan perkiraannya pada akhir November ini kalau inflasipun dibawah 0,2 atau 0,3 persen.

“Ada kecenderungan dalam hitungan saya Kalbar akan deflasi. Penyebab deflasi sendiri karena sebelumnya terjadi kenaikan harga yang menyebabkan inflasi disebabkan adanya momentum sembayang kubur bagi kalangan Tionghoa” tambahnya.

Setiap tahun kalau momentum sembahyang kubur selalu membuat harga-harga naik khususnya tiket pesawat hal itu disebabkan banyak warga Tionghoa yang pulang ke Kalbar.

Bahkan kali ini harga daging babi menjadi penyumbang inflasi cukup tinggi karena jadi bahan untuk sembahyang kubur, kemudian daging ayam juga naik.

“Bulan November ini tidak adalagi sembayang kubur dan saya rasa kemungkinan akan terjadi deflasi,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Berita Terkini