Namun pasukan Islam berhasil membuat pasukan Romawi kocar kacir.
3. Membukukan Mushaf Al-Qur’an
Pada masa khalifah Usman daerah kekuasaan Islam semakin luas dan sahabat Nabi banyak menyebar di berbagai daerah.
Hal ini menyebabkan beragamnya dialek pembacaan al-Qur’an.
Perbedaan ini dapat memicu perpecahan di antara umat Islam.
Karena itu, khalifah Usman membuat keputusan untuk menyeragamkan bacaan al-Qur'an dalam satu mushaf.
Akhirnya beliau membentuk tim penulisan al-Qur’an yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit.
Hasil dari penulisan al-Qur’an dijadikan sebagai mushaf standar (mushaf yang dijadikan acuan) yang disebut mushaf Usmani.
Terdapat 6 buah mushaf.
Satu untuk khalifah Utsman yang lain dikirim ke Makkah, Madinah, Basrah, Kufah dan Syam/Syria.
Mushaf al-Qur’an selain yang enam tersebut diperintahkan untuk dibakar.
Mushaf al-Qur’an yang ditulis pada masa khalifah Usman yang sekarang banyak menjadi rujukan kaum Muslimin seluruh dunia hingga saat ini.
Pada masa sahabat Usman, banyak gubernur dan pejabat yang hidup mewah dan gemerlap.
Anjuran khalifah sebelumnya (khalifah Umar) sudah tidak diperhatikan lagi.
Karena itu, banyak pejabat yang menumpuk kekayaan, terutama gubernur Syam (sahabat Muawiyah).