TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Utsman bin Affan adalah khalifah ketiga dalam daftar khulafaurrasyidin.
Utsman menggantikan Umar bin Khattab yang meninggal dunia karena dibunuh.
Beberapa saat sebelum meninggal, Umar bin Khattab r.a. tidak menunjuk seseorang yang akan menggantikan kedudukannya.
Ketika beliau didesak untuk menunjuk seorang pengganti, beliau menjawabya dengan bijaksana:
”Andaikata saya menunjuk siapa yang akan menjadi khalifah sesudah saya, maka telah ada seseorang yang lebih baik daripada saya yang telah melakukan hal ini (yakni Abu Bakar telah melakukan penunjukan). Dan kalau saya tidak menunjuk, telah pernah pula yang lebih baik dari saya (maksudnya Rasulullah Saw.) yang berbuat demikian”.
• Mengapa Utsman bin Affan Diberi Gelar Dzun Nuraini?
Meskipun tidak menunjuk seseorang yang akan menggantikan kedudukannya, akan tetapi beliau menyarankan agar khalifah berikutnya adalah salah satu dari enam sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW.
Mereka adalah Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin ’Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abdurrahman bin ’Auf.
Dewan pemilihan khalifah yang beranggotakan enam sahabat ini disebut ahlul halli wal aqdi.
Dari keenam sahabat pilihan khalifah Umar di atas, maka sahabat Usmanlah yang terpilih menjadi khalifah yang menggantikan khalifah Umar bin Khattab.
Khalifah Usman dipilih menjadi khalifah pada saat berusia 70 tahun.
• Prestasi Abu Bakar as Siddiq Selama Menjadi Khalifah
Khalifah Usman memikul tugas yang berat untuk melanjutkan pemerintahan khalifah Umar bin Khattab.
Khalifah Usman memerintah dengan penuh kelembutan dan santun.
Ia merupakan khalifah terlama di antara empat khalifah khulafaur rasyidin, yakni menjabat selama dua belas (12) tahun.
Prestasi khalifah Utsman bin Affan di antaranya adalah:
1. Menumpas Pemberontakan di Daerah