Ia menjelaskan untuk SD SMP kebijakan masuk sekolah ada di kabupaten kota masing-masing.
Pasalnya tanggungjawab SD SMP atau kewenangan ada pada daerah masing-masing.
Sementara SMA/SMK kewenangannya ada pada pemerintah provinsi.
"Kita harus jamin bahwa anak-anak ini aman dan tidak terjangkit dan tidak boleh coba-coba dengan penanganan Covid-19 ini," ujar Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini.
Maka sebelum masuk sekolah harus dilakukan swab terhadap guru dan petugas sekolahnya.
Sementara bagi peserta didik cukup dilakukan swab dan apabila reaktif hasilnya barulah diswab.
Midji memastikan tiga orang guru yang positif Covid-19 bukanlah di Pontianak.
Seluruh guru SMA SMP di Pontianak yang telah dilakukan uji swab PCR hasilnya negatif.
"Urusan Covid tidak boleh main-main lihat Amerika sudah tercatat 153 ribu meninggal padahal kurang apa alat kesehatan mereka, begitu juga seperti Italia Prancis," ucapnya.
Sama juga di Indonesia seperti Jakarta, Jatim, Jabar berapa banyak yang meninggal padahal alat kesehatan mereka jauh lebih canggih dan lengkap dari Kalbar.
Oleh sebab itu ia meminta kepala daerah jangan main-main dan mengeluarkan pendapat yang dapat membuat para tenaga medis lemah dan kecewa serta memberikan kesan negatif ditengah masyarakat sehingga mereka jadi tidak tertib.
"Untuk masuk sekolah ini harus betul-betul dipersiapkan, seperti saat ini ada tiga guru yang positif, nah kalau anak-anak langsung disuruh masuk maka sangat berbahaya," terangnya.