"Usulan maksinal tahun ajaran baru digeser hingga Januari. Kemudian 6 bulan ini digunakan untuk ditingkatkan kompetensi guru dulu, ya dua sampai 3 tiga bulan pelatihan," imbuhnya.
Belum lagi, mayoritas guru saat ini akan masuk masa pensiun. Artinya, mereka juga masuk kategori usia rawan terpapar virus Covid-19.
"Jangan dipaksakan ini tidak ada alasan mendasar kenapa pendidikan harus didorong bersamaan dengan ekonomi untuk new normal. Kami pahami, ekonomi perlu didorong tapi kalau pendidikan tidak masalah belajar tahun depan," pungkas Ramli. (*)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Pandemi virus corona, IGI usulkan tahun ajaran baru digeser ke Januari 2021