“Begitu dia jatuh, tulang ekornya jatuh ke lantai keras, patah tulang ekor dan punggung. Di situ ada ribuan saraf dan pembuluh darah, berbahaya,” jelasnya.
Sinto juga menyayangkan ada kejadian candaan tarik kursi yang dilakukan oleh seorang pelajar di Sintang. menurutnya, candaan yang dapat menyebabkan kecelakaan dan berakibat fatal sebaiknya tidak dilakukan.
“Itu sangat tidak bijakasana untuk dilakukan,” tegasnya.
Kedepan, Sinto berharap kejadian ini menjadi perhatian semua pihak, agar tidak melakukan tantangan dan candaan yang dapat membahayakan keselamatan seseorang. Lebih baik kata dia, dibuat Challenge pungut sampah.
“Saya berharap, para guru di sekolah agar dapat memperingatkan muridnya di sekolah. Candaan tarik kursi itu bisa menyebabkan kerusakan fatal dan cacat permanen. Sepanajng tulang leher sampai dengan tulang ekor, saraf semua. Itu sangat berbahaya. Bagus Challenge ambil sampah, supaya lingkungan bersih,” tukasnya. (ags)