Butet Sosok Kartini Masa Kini

Penulis: Leo Prima
Editor: Arief
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekola Rimba

JIKA ingin memperbaiki kehidupan, maka mulailah dari pendidikan. Falsafah itu yang benar-benar ada di benak Butet Manurung dan rekan-rekanya untuk bergerak dalam pendidikan rimba, yang dikenal dengan nama Sokola Rimba.

Butet, dengan keberaniannya, memutuskan untuk bergabung dengan Warsi (Warung Informasi Konservasi) yang berlokasi di Jambi, di sekitar Taman Nasional Bukit Dua Belas. Tugas awalnya memang hanya sebagai pemberi informasi kepada Orang Rimba (OR) tentang peran penting mereka untuk menjaga hutan mereka atau TNBD secara umum.

Namun, karena paradigmanya bahwa pendidikan adalah awal dari segala perubahan sikap, maka Butet secara `tidak sengaja' mengawali petualang hidupnya dengan menjadi salah satu founder model sekolah nonformal yang diselenggarakan di rimba. Sekolah rimba yang dia inisiasi, kembangkan, dan kemudian setelah keluar dari Warsi telah berwujud sebuah badan tersendiri dengan nama Sokola Rimba (SR).

Di buku ini, Butet menceritakan tentang pengalaman-pengamalam kehidupan di rimba yang sesungguhnya, sekalipun dia sudah aktif di pecinta alam Pallawa Unpad. Menjelajahi hutan, merasakan, berkomunikasi dengan bahasa rimba, dan hidup bersama dengan berbagai kelompok-kelompok OR yang terpisah jauh di dalam rimba.

Indonesia jujur membutuhkan orang-orang seperti Butet, berani bekerja `melawan arus'demi tujuan besarnya dan gigih dalam mewujudkannya. Sosok Women Of The Year 2004 dari Anteve ini seperti setitik embun di tengah masih keringnya pendidikan `formal' kita. Bagaimana pendidikan akan berhasil jika pendidikan sendiri hanya seperti sistem kaku yang tak bisa mendewasakan manusia.

Judul : Sakola Rimba
Penulis : Butet Manurung
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Tebal : 345 halaman
Harga : Rp 86.000,-*

Berita Terkini