Dari Hobi Jadi Rezeki, Jajanan Ibu Nuni Hadirkan Kue Kering hingga Cemilan Tradisional
Kue kering yang ditawarkan di antaranya nastar jadul dengan bahan premium, nastar keju, cookies dancow, kanji keju.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Siapa sangka, hobi membuat kue kering yang dimiliki Nuni Briwantini sejak lama kini menjelma menjadi bisnis kue rumahan yang semakin berkembang.
Lewat brand “Jajanan Ibu Nuni”, Nuni berhasil menghadirkan beragam jajanan khas seperti kue kering, kue lapis Pontianak, hingga aneka cemilan tradisional, semuanya dibuat dengan tangan sendiri dan penuh cinta dari dapur rumahnya.
Kue kering yang ditawarkan di antaranya nastar jadul dengan bahan premium, nastar keju, cookies dancow, kanji keju, putri salju, kanji pandan keju.
Ada juga cemilan seperti pisang karamel madu, rempeyek
Usaha yang dirintis sejak tahun 2022 ini memang berawal dari kesenangan pribadi.
“Awalnya saya hanya suka bikin kue kering. Lama-lama belajar juga bikin kue basah dan berbagai macam snack,” ujar Nuni.
Proses produksinya yang handmade dan bukan dari pabrik menjadi nilai lebih yang membedakan produknya dari jajanan lainnya di pasaran.
Meskipun persaingan di dunia kuliner, khususnya di sektor UMKM, sangat ketat, Jajanan Ibu Nuni berhasil menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun.
• Kerajinan Pontianak Tuai Pujian, Didiet Maulana Apresiasi Produk UMKM Kalbar di HUT ke-45 Dekranas
Perjalanan bisnis ini bukan tanpa rintangan. Persaingan yang padat, modal, hingga tantangan dalam menjangkau pasar yang lebih luas, sering kali membuat langkah terasa berat.
Namun, dari tahun ke tahun, perlahan brand Jajanan Ibu Nuni tumbuh, merayap pelan tapi pasti. Dari rumah, produk-produk ini kini bisa ditemukan di Toko Bingke Kamboje, Toko Oleh-oleh Hijas, Kantor KPP Pratama, Bank Kalbar Syariah, bahkan di beberapa warung kopi lokal dalam bentuk kemasan kecil yang praktis.
Penjualan dilakukan secara online, untuk pemesanan bisa menghubungi no kontak WA 0856 5111 3873.
Produk andalan yang paling diminati pelanggan adalah kue kering dan aneka cemilan, dengan harga yang masih sangat terjangkau: mulai dari Rp85.000 per kilogram untuk cemilan, Rp150.000 per kilogram untuk kue kering, dan mulai Rp200.000 untuk kue lapis Pontianak.
Nuni mengaku bahwa tantangan terbesar adalah memasarkan produk di tengah persaingan UMKM yang sangat ramai, serta keterbatasan permodalan.
“Kadang jalan di tempat karena modal yang terbatas, sementara kebutuhan produksi terus meningkat,” jelasnya.
Meski demikian, Jajanan Ibu Nuni sudah beberapa kali ikut serta dalam expo dan pameran produk lokal, yang membantu memperkenalkan produknya ke lebih banyak orang.
Ke depannya, Nuni berharap produknya bisa menjangkau pasar yang lebih luas. “Semoga bisa dikenal di luar Kalimantan, bahkan seluruh Indonesia,” harapnya.
Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Jajanan Ibu Nuni menjadi contoh nyata bahwa usaha kecil berbasis hobi bisa berkembang dan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal.
| Ribuan Warga Padati Malam Penutupan Hari Jadi Kota Putussibau ke-131, Hujan Tak Surutkan Antusiasme |
|
|---|
| Bupati Ketapang Hadiri Grand Opening Teduh Coffee and Eatery, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kreatif |
|
|---|
| Dari Dapur Rumah Demi Anak, Kisah Sukses Owner Adel Patisserie Sekadau Bangun Bisnis Kuliner Premium |
|
|---|
| TVRI Kalbar Siarkan 104 Laga Piala Dunia 2026, Dorong Nobar dan Pergerakan Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Menjaga Asa Wastra Kalbar, JNE Hubungkan Tenun Ikat Sintang ke Pasar Nasional dan Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Jajanan-Ibu-Nuni-sudah-merintis-usaha-sejak-tahun-2022.jpg)