Ragam Contoh

Pengalaman Sejarah Kemenangan Umat Islam dan Dampaknya dalam Perang Khandaq

Perang ini dinamakan “Khandaq” yang berarti parit, karena strategi utama yang digunakan umat Islam dalam menghadapi jumlah musuh yang jauh lebih besar

Tayang:
Genered by AI/Chat GPT
PERANG- Perang ini dinamakan “Khandaq” yang berarti parit, karena strategi utama yang digunakan umat Islam dalam menghadapi jumlah musuh yang jauh lebih besar adalah membangun parit di bagian utara Madinah, satu-satunya sisi kota yang terbuka dan rentan terhadap serangan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID-Dalam catatan sejarah Islam, Perang Khandaq atau yang juga dikenal sebagai Perang Ahzab merupakan salah satu pertempuran paling penting yang terjadi pada tahun kelima Hijriyah (627 Masehi). 

Perang ini menjadi titik balik dalam konsolidasi kekuatan umat Islam di Madinah dan menjadi bukti keberhasilan strategi militer yang brilian.

Pertempuran besar ini melibatkan 1.000 pasukan Muslim melawan 10.000 pasukan konfederasi dari berbagai suku Arab yang menentang perkembangan Islam. 

Konflik tersebut terjadi setelah Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah, yang kemudian memicu ketegangan politik, sosial, dan agama antara umat Islam dan kelompok penentangnya.

Perang Khandaq: Strategi dari Seorang Sahabat Persia

Perang ini dinamakan “Khandaq” yang berarti parit, karena strategi utama yang digunakan umat Islam dalam menghadapi jumlah musuh yang jauh lebih besar adalah membangun parit di bagian utara Madinah, satu-satunya sisi kota yang terbuka dan rentan terhadap serangan.

Resmi Berubah Tarif Listrik Terbaru 1 Agustus 2025 Semua Golongan Pelanggan PLN, Harga Token Per kWh

Strategi brilian ini diusulkan oleh Salman Al-Farisi, seorang sahabat Nabi yang berasal dari Persia. 

Ia mengusulkan taktik parit berdasarkan pengalaman peperangan di kampung halamannya. 

Usulan ini diterima dan dilaksanakan oleh kaum Muslimin, yang bersama-sama menggali parit dalam waktu singkat.

Strategi Sebelum Perang Khandaq

Setelah mata-mata Muslim mengetahui bahwa sekutu sedang menyiapkan 10.000 pasukan untuk melakukan penyerangan, Rasulullah SAW dan para sahabat sedang melakukan rapat militer.

Salman Al Farisi, salah satu sahabat, mengusulkan agar membuat parit sebagai benteng sebelum dikepung musuh. Usulan tersebut berasal dari pengalamannya sebagai orang Persia.

Dalam berbagai pendapat, setelah usulan tersebut disetujui, pekerjaan tersebut selesai dalam waktu 6, 15, 20, hingga 24 hari. Benteng tersebut kemudian digunakan untuk mengamankan para wanita, anak-anak, dan orang tua.

Strategi Ketika Perang Khandaq

Saat perang berlangsung, strategi yang dilakukan adalah melakukan propaganda. Seorang mualaf Nu'aiman bin Mas'ud diutus Rasulullah masuk ke barisan musuh untuk melakukannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved