APA Beda 1 Suro dan 1 Muharram Peringatan di Masyarakat? Malam Pergantian Tahun Hijriyah dan Jawa

Jadi, pada dasarnya 1 Muharam dan 1 Suro hanya berbeda penyebutan serta pengaplikasian dalam memperingatinya saja.

Tayang:
Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Genered by AI : Gemini
KEGIATAN MUHARRAM - Seluruh kegiatan pada malam pergantian tahun penanggalan hijriyah 1 Muharram dan 1 suro dalam penanggalan jawa. Pastikan untuk meningkatkan ibadah sesuai anjuran. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tahun Baru Islam jatuh pada 1 Muharram, tahun ini ditetapkan pada Hari Jumat 27 Juni 2025

1 Muharram 1447 Hijriyah sedangkan dalam penanggalan jawa disebut 1 Suro 1959 Jumat Kliwon.

Untuk kalangan masyarakat di Indonesia 1 Suro lebih familiar dibandingkan 1 Muharram sebagai Tahun Baru Islam.

Sebab, pada 1 Suro sendiri kerap menjadi momen pelaksanaan ritual acara di masyarakat yang dikaitkan dengan budaya dan religius.

Makanya, 1 Muharram atau 1 Suro tahun baru Islam ini dianjurkan untuk melakukan amalan ibadah.

Pelaksanaan acara di kalangan masyarakat Muslim cenderung dengan menggelar doa bersama khusus doa akhir tahun dan awal tahun.

Baca juga: APAKAH Boleh Berhubungan Badan Suami Istri Malam 1 Syuro? Simak Penjelasan Buya Yahya

Sedangkan dikalangan masyarakat berdasarkan budaya pada 1 Suro diperingati oleh banyak kalangan dan dianggap memiliki kesakral penuh mistis melalui beberapa ritul.

Jadi, pada dasarnya 1 Muharam dan 1 Suro hanya berbeda penyebutan serta pengaplikasian dalam memperingatinya saja.

1 Muharram sebagai peringatan Tahun Baru Islam dan diisi dengan amalan-amalan baik, setidaknya membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun.

Sedangkan 1 Suro cenderung memiliki makna sebagai malam sakral, penuh mistis yang juga memiliki ritual tersendiri.

Ritual 1 Suro atau 1 Muharram 1447 H

1. Ziarah kubur

bagi sebagian masyarakat pada 1 Suro akan berbondong-bondong berziarah ke makam para leluhurnya dengan mendoakannya. Hal ini sebagai bentuk penghormatan pada para leluhur.

2. Cuci pusaka

Cuci puasaka disebut Jamasan pusaka dilakukan dalam rangka merawat dan melestarikan warisan dan kenang-kenangan para leluhur yang merupa berbagai wujud.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved