Pelayanan Rumah Sakit, Wali Kota Tak Tutup Mata dan Akui 50 Persen Pasien Bukan Warga Pontianak
Menurutnya, pelayanan rumah sakit merupakan hal yang kompleks, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun aspek sumber daya manusia.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menanggapi keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit milik pemerintah kota.
Ia menyebut bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan.
"Saya juga mendapatkan informasi tentang pelayanan rumah sakit. Dari ribuan yang hadir, ada saja yang tetap merasa tidak puas. Yang namanya kita sebagai pemerintahan, itu tidak boleh. Saya tetap akan mengevaluasi terus," ujar Edi, kepada tribunpontianak.co.id saat diwawancarai usai kegiatan di ruang rapat Wali Kota, Selasa 24 Juni 2025.
Menurutnya, pelayanan rumah sakit merupakan hal yang kompleks, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun aspek sumber daya manusia.
Ia juga menyampaikan bahwa hampir 50 persen pasien yang datang ke rumah sakit di Pontianak ada dari daerah lain, khususnya dari Kabupaten Kubu Raya.
"Jadi yang berkujung juga hampir 50 persen warga kubur raya di Kota Pontianak. Jadi bukan orang Pontianak semuanya. Nah tentunya kekurang-kurangan yang dirasakan ini akan kita perbaiki terus," tambahnya.
Terkait wacana perombakan manajemen rumah sakit, Edi mengaku terbuka.
"Saya setuju saja, yang penting tujuan dan niatnya baik. Apa pun yang disampaikan dari teman-teman dewan itu bagian dari pemerintahan untuk perbaikan," katanya.
Baca juga: Abdul Karim Keluhkan Waktu Tunggu Obat di RSUD Pontianak, Menunggu Dari Jam 12 Siang Sampai Jam 2
Evaluasi, lanjut Edi, dilakukan baik secara internal maupun eksternal. Ia menyebut ada badan pengawas rumah sakit yang diketuai Sekretaris Daerah, serta keterlibatan BPJS dalam proses klaim pelayanan.
Ia juga menyoroti peningkatan jumlah penduduk dan pasien yang datang dengan berbagai karakter, serta tantangan dalam hal ketersediaan tenaga medis.
"Keluhan yang dirasakan itu pertama adalah kekurangan tenaga medis, terutama dokter spesialis. Yang kedua tempat tidur yang terbatas. Yang ketiga, keterlambatan klaim BPJS. Tapi itu secara teknis bisa kita selesaikan. Dan saya selalu monitor tentang pelayanan rumah sakit ini," pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
SMA Talenta Singkawang Hanya Punya 3 Murid, DPRD Minta Pemerintah Dukung Sekolah Swasta |
![]() |
---|
Sekjen IDCA Pusat Harap Kualitas Durm Corps Kalbar Semakin Berkembang |
![]() |
---|
Pelantikan Pengurus IDCA Kalbar 2025, Siap Majukan IDCA hingga 14 Kabupaten dan Kota |
![]() |
---|
Sempat Tejadi Kejar-kejaran, Tersangka Kasus Pencurian di Gereja Kubu Raya Akhirnya Tertangkap, |
![]() |
---|
Kasus Nurjanah Sukabumi, 15 Tahun Terkurung di Kamar 2x2 Kini Berharap Hidup Baru di Tahun 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.