Ketua Serikat Pekerja Mandiri Singkawang Sambut Baik Program Pemerintah Bantuan Subsidi Upah

Ia berharap kebijakan ini menjadi batu loncatan bagi Presiden Prabowo untuk menjalankan agenda reformasi ketenagakerjaan yang lebih berkelanjutan, ter

Penulis: Widad Ardina | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Tribunpontianak.co.id
STIMULUS GAJI - Ketua Serikat Pekerja Mandiri (SPM) Kota Singkawang, Edwar Iswardi, saat dihubungi tribunpontianak.co.id, pada Minggu 25 Mei 2025. Ia menyebutkan program BSU sangat diharapkan oleh jutaan karyawan di tengah situasi perekonomian yang menantang, terutama untuk mencukupi kebutuhan dasar sehari-hari. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ketua Serikat Pekerja Mandiri (SPM) Kota Singkawang, Edwar Iswardi, menyampaikan apresiasinya terhadap program Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto bagi para karyawan bergaji di bawah Rp3,5 juta. 

Ia menilai kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya beli masyarakat pekerja.

“Menurut pandangan saya, ini merupakan salah satu terobosan terbaik dari pemerintah dalam rangka meningkatkan daya beli bagi karyawan yang berpenghasilan standar upah minimum di negara ini,” ujar Edwar, saat dihubungi tribunpontianak.co.id, pada Minggu 25 Mei 2025.

Ia menyebutkan program BSU sangat diharapkan oleh jutaan karyawan di tengah situasi perekonomian yang menantang, terutama untuk mencukupi kebutuhan dasar sehari-hari.

Namun, Edwar menekankan program BSU seharusnya tidak menjadi solusi jangka panjang. 

Ia berharap kebijakan ini menjadi batu loncatan bagi Presiden Prabowo untuk menjalankan agenda reformasi ketenagakerjaan yang lebih berkelanjutan, termasuk menghapus sistem outsourcing.

Pelepasan Calon Jemaah Haji di Singkawang Diwarnai Suasana Haru dan Desak-desakan

“Dari perspektif peningkatan daya beli, program ini hendaknya menjadi langkah awal menuju penghapusan sistem outsourcing di Indonesia. Omnibus Law dan aturan turunannya dalam UU Ketenagakerjaan perlu segera direvisi,” tegasnya.

Edwar juga menyoroti praktik outsourcing yang masih marak, bahkan di perusahaan-perusahaan BUMN. 

Menurutnya, banyak pekerja inti (core) justru dialihkan statusnya sebagai tenaga outsourcing, sehingga pendapatannya tidak jauh dari upah minimum.

“Praktik ini membuat jutaan pekerja tetap berada dalam kondisi ekonomi yang rapuh. Kami harap Presiden Prabowo segera meninjau ulang sistem ini untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih sejahtera,” tambahnya.

Ia menyimpulkan program BSU adalah langkah positif, namun bukan solusi permanen. 

Baginya penting pembenahan sistem ketenagakerjaan secara menyeluruh demi kesejahteraan jangka panjang para pekerja Indonesia.

"Program BSU itu baik dan sangat membantu bagi karyawan atau buruh, namun program ini bukan solusi dalam keberlanjutannya, dan kita sangat berharap buat penghapusan outsourcing dapat diterapkan oleh Presiden  untuk kesejahteraan para pekerja atau buruh di negeri ini," tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved