Halimatussa’diah Manfaatkan JKN Obati Keluhan Kesehatannya

kepraktisan layanan digital JKN sangat membantunya, terutama dengan hadirnya Aplikasi Mobile JKN yang memungkinkan peserta mengakses...

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
DOK BPJS SINGKAWANG
MANFAAT - Halimatussa’diah (46), pegawai Pemerintah Kota Singkawang merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kesibukan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tak jarang membuat sebagian orang lupa menjaga kesehatannya sendiri.

Namun tidak bagi Halimatussa’diah (46), pegawai Pemerintah Kota Singkawang yang sudah belasan tahun mengabdi.

Di tengah padatnya tugas pemerintahan yang menuntut konsistensi, ia tetap menjadikan kesehatan sebagai prioritas dan di balik itu semua, ada peran penting Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang ia rasakan manfaatnya secara nyata.

Ditemui usai kegiatan Pemberian Informasi Langsung (PIL) oleh BPJS Kesehatan di Aula Dinas Pendidikan Kota Singkawang, Halimatussa’diah mengungkapkan bahwa menjadi peserta JKN bukan hanya tentang mengobati ketika sakit, melainkan juga menjaga agar tidak jatuh sakit.

“Sebagai seorang ASN yang aktif di lapangan maupun kantor, saya sering menjalani rutinitas yang padat dan membuat saya mengabaikan tanda-tanda tubuh yang kelelahan. Saya rutin melakukan cek kesehatan berkala. Setiap enam bulan sekali, saya periksa gula darah, kolesterol, dan tekanan darah. Semua itu saya lakukan untuk memantau kondisi kesehatan saya, karena jika suatu saat ketika cek kesehatan ditemukan ada masalah pada kesehatan saya, saya tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada JKN yang akan menanggung semua beban biaya pengobatannya. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda,” ungkap Diah.

Wanita yang kerap disapa Diah itu juga menambahkan, sebagai ASN waktu adalah hal yang sangat berharga.

Baca juga: Lewat Program REHAB, Nanang Ini Kembali Aktif Jadi Peserta JKN

Ia menerangkan bahwa kepraktisan layanan digital JKN sangat membantunya, terutama dengan hadirnya Aplikasi Mobile JKN yang memungkinkan peserta mengakses berbagai layanan administratif tanpa harus datang langsung ke kantor sehingga bisa menghemat banyak waktu.

“Dulu saya pikir urusan administrasi pasti ribet, apalagi kalau harus ubah data atau antre faskes. Tapi ternyata semua bisa saya lakukan di genggaman. Itu sangat membantu, terutama bagi ASN yang waktunya terbagi untuk berbagai tugas,” tutur Diah.

Pengalaman pribadinya sebagai peserta JKN pun membuktikan bahwa pelayanan kesehatan melalui program ini dapat diakses dengan nyaman dan profesional.

Ia menceritakan bahwa setiap kali berobat, baik ke puskesmas maupun ke rumah sakit selalu mendapatkan pelayanan yang baik, tanpa dibedakan dari pasien umum lainnya.

Diah mengatakan bahwa ia dilayani dengan senyum sejak pertama kali datang.

Dokternya ramah, mendengarkan setiap keluhannya dengan sabar, dan menjelaskan langkah-langkah pengobatan dengan bahasa yang mudah dipahami. Bukan hanya itu, petugas administrasinya pun sigap dan tidak pernah terlihat terburu-buru.

"Mereka membantu saya menyelesaikan proses pendaftaran dengan sangat baik. Saya sama sekali tidak merasa dipersulit hanya karena menggunakan JKN. Justru sebaliknya, saya merasa sangat dilindungi, baik secara fisik karena mendapatkan pelayanan yang memadai, maupun secara psikologis karena tahu bahwa saya tidak sendirian dalam menghadapi persoalan kesehatan,” ucap Diah.

Pernyataan tersebut disampaikannya dengan penuh keyakinan, sambil menyampaikan harapannya agar Program JKN ini terus ditingkatkan kualitasnya, baik dari sisi pelayanan, edukasi, maupun cakupan kepesertaan.

Diah juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap masyarakat yang belum memahami manfaat JKN secara utuh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved