Peringati Tragedi Nakba di Palestina, Untan SJP Gelar Talkshow di Taman Digulis
"Kita membela Palestina, tidak hanya sebagai insan beriman, tetapi juga sebagai warga masyarakat yang taat terhadap konstitusi," tegasnya.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mahasiswa dari berbagai kampus dan fakultas di Pontianak berkumpul di Taman Digulis pada Minggu 18 Mei 2025, memperingati 77 tahun tragedi Nakba yang terjadi pada 15 Mei 1948 di Palestina.
Kegiatan ini digelar oleh Universitas Tanjungpura Students for Justice in Palestine (Untan SJP) dengan tema “Nakba: Tak Akan Dilupakan, Mereka Harus Dikembalikan.”
Koordinator Untan SJP, Shidqey, menyatakan bahwa peringatan ini penting sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan pengingat terhadap awal mula krisis kemanusiaan di Palestina.
"Kita memperingatinya karena secara resmi PBB pun memperingatinya sebagaimana mandat Majelis Umum-nya. Inilah awal mula tragedi kemanusiaan di Palestina yang terus berlanjut hingga hari ini," jelasnya.
"Sesuai tema, kita ingin tegaskan bahwa tragedi itu tak akan kita lupakan, dan mereka yang terusir dari tanah airnya tetap punya hak untuk kembali."
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh mahasiswa dan akademisi, di antaranya Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) Immada Ichsani, Ketua DPD GMNI Kalimantan Barat Cesar Marchelo, Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) Syariful Hidayatullah, serta Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Tanjungpura Muhammad Irsan Hidayat.
Presiden Polnep Syariful Hidayatullah membuka kegiatan dengan pidato kunci yang menegaskan sikap solidaritas mahasiswa terhadap tragedi kemanusiaan di Palestina.
"Kita berkumpul dengan hati nurani dan keresahan yang sama," ujarnya.
Baca juga: Kadisdikbud Kalbar Tegaskan Tidak Ada Titipan di Penerimaan Siswa Baru, Laporkan Jika Ada Kecurangan
Immada Ichsani turut menyuarakan dukungannya dengan menegaskan bahwa pembelaan terhadap Palestina merupakan sikap yang sejalan dengan nilai-nilai konstitusi Indonesia.
"Kita membela Palestina, tidak hanya sebagai insan beriman, tetapi juga sebagai warga masyarakat yang taat terhadap konstitusi," tegasnya.
Sementara itu, Cesar Marchelo menyampaikan perspektifnya sebagai seorang Katolik dan aktivis mahasiswa.
"Saya Katolik, bukan Muslim. Paus saya selalu mendukung kemerdekaan Palestina. Ini bukan soal agama, tapi soal kejahatan kemanusiaan internasional," ucapnya.
"Kita dulu berteriak merdeka atau mati, tapi orang Palestina tidak bisa berteriak merdeka atau mati, mereka dipaksa untuk mati."
Peringatan tragedi Nakba ini juga diwarnai dengan pertunjukan seni, seperti penampilan musik sape dari Derry Fawwaz dan Ayesha Fadzilla yang membawakan lagu Gaza Tonight dan Leleng. Lagu-lagu tersebut menggambarkan kesedihan dan kebingungan bangsa Palestina yang terusir dari tanah airnya sendiri.
Simbolik pengungsian pun ditampilkan dalam aksi ini, di mana para peserta membawa tenda, perkakas dapur, dan perlengkapan tidur sebagai gambaran krisis pangan dan hilangnya tempat tinggal yang dialami warga Palestina. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Residivis Datang ke Sekadau untuk Mencuri, Polisi Ungkap Modus dan Rencana Penjualan Motor Curian |
|
|---|
| Bupati Mempawah Hadiri Malam Apresiasi Pemda Berprestasi 2026, Dorong Inovasi dan Kolaborasi |
|
|---|
| Sebanyak 171 Siswi di SDN 29 Kota Singkawang Terima Bantuan Seragam Olahraga |
|
|---|
| Koordinasi Lintas Sektor, BPBD Sambas Aktifkan 65 Posko Karhutla di Desa |
|
|---|
| Wawako Muhammadin Serahkan Bantuan Seragam Olahraga Bagi Siswa SDN 29 Kota Singkawang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/akamsi-180525.jpg)