Lewat Program TJSL, PLN Berikan Pelatihan Konversi Motor Listrik di SMK Negeri 4 Pontianak

bengkel ini menjadi pilot project pertama di Kalimantan Barat dan diharapkan menjadi cikal bakal pusat keahlian dan pelayanan konversi

Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NINA SORAYA
KENDARAI MOTOR LISTRIK - GM PLN UIP KLB Johar Wijaya (kanan) bersama Ketua Pengprov IMI Kalbar sekaligus Anggota DPR RI Yuliansyah (kiri) mengendari motor listrik hasil konversi yang dilakukan oleh siswa SMK Negeri 4 Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu 14 Mei 2025. Sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan konversi motor listrik untuk 20 orang peserta, yang terdiri dari para mekanik bengkel, anggota komunitas otomotif, serta tenaga pengajar dari SMK. Pelatihan ini merupakan bagian dari program TJSL PLN. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) menggelar penutupan dan seremonial program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Tahun 2025 dengan judul Konversi Kendaraan Motor Listrik – Ecogreen, Khatulistiwa Elvis (Electric Vehicel Conversion) di SMK Negeri 4 Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu 14  Mei 2025.

Kegiatan ini dihadiri langsung GM PLN UIP KLB Johar Wijaya, Ketua Pengprov IMI Kalbar sekaligus Anggota DPR RI Yuliansyah, Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Pontianak, Drs. Rohmadi Suhariyanto dan  Direktur Braja Elektrik Motor, Yoga Uta Nugraha.

Sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan konversi motor listrik untuk 20 orang peserta, yang terdiri dari para mekanik bengkel, anggota komunitas otomotif, serta tenaga pengajar dari SMK.

Pelatihan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai praktik langsung konversi kendaraan.

Pelatihan dilakukan dengan melakukan konversi 4 unit sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi sepeda motor listrik.

“Ini menjadi bukti bahwa teknologi ramah lingkungan sudah bisa diterapkan secara nyata dan aplikatif di masyarakat,” ungkap Johar Wijaya.

Jelang Harkitnas, PLN Jaga Keandalan Listrik di Putussibau

Set up dan pendampingan untuk 5 bengkel konversi tipe B di Kota Pontianak, yang salah satunya berlokasi di SMK Negeri 4 Pontianak.

Keberadaan bengkel-bengkel ini menjadi pilot project pertama di Kalimantan Barat dan diharapkan menjadi cikal bakal pusat keahlian dan pelayanan konversi kendaraan listrik yang berkelanjutan.

“Dalam kegiatan ini untuk kami hadir menujukkan komitmen dalam mewujudkan program pemerintah yaitu menuju net zero emission. Satu di antara caranya dengan melakukan program konversi motor BBM menjadi motor listrik,” jelas Johar Wijaya.

Dijelaskannya, jika 1 liter BBM bisa menempuh jarak 20 Km maka dengan 1 kWh bisa menempuh hingga 35-40 Km sehingga ini jauh lebih ekonomis.

Ia juga menjelaskan biaya konversi motor maksimal Rp17 juta, dengan subsidi pemerintah sebesar Rp 7 juta per unit. PLN akan terus mendorong agar program subsidi ini dapat berkelanjutan.

Kedepannya, Johar Wijaya mengatakan target program ini adalah menyasar pengemudi ojek online (Ojol) sehingga mereka bisa lebih hemat dalam operasional pekerjaan dan bisa mendapatkan tambahan penghasilan.

PLN Goes to Campus, Membangun Akademisi Digital Native yang Peduli Keselamatan Kelistrikan

Ketua Pengprov IMI Kalbar sekaligus Anggota DPR RI Yuliansyah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan konversi motor dengan BBM menjadi motor listrik. Selian bisa melatih para mekanik sehingga kedepannya dengan banyaknya kendaraan listrik akan sangat mengurangi gas emisi.

“Program ini sangat sesuai yang diarahkan oleh Pak Presiden agar juga bisa membantu pengemudi Ojol. Kita sangat support dan kita meminta bantuan media untuk menginformasikan manfaat dari penggunaan kendaraan listrik ini sangat banyak,” ungkap Yuliansyah.

Program ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah, khususnya percepatan terbentuknya ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, sebagaimana telah diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023.

Selain itu, inisiatif ini juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), terutama dalam aspek energi bersih, pendidikan berkualitas, dan kemitraan untuk mencapai tujuan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved